Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan kembali menunjukkan komitmennya dalam penguatan pondasi keluarga dengan menyelenggarakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang berfokus pada peran vital orang tua dalam pendidikan anak. Acara yang mengusung tema penuh makna, “Anak Adalah Amanah: Menyemai Kasih, Menuai Masa Depan,” ini sukses menarik antusiasme tinggi dari 27 orang wali siswa Kelompok Bermain (KB) Pertiwi Plumbungan. Kegiatan tersebut berlangsung hangat dan interaktif di lokasi KB Pertiwi Plumbungan pada Kamis (30/10/2025).
Inti dari kegiatan penyuluhan ini adalah paparan mendalam yang disampaikan oleh M. Syaiful Abidin, seorang Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan. Syaiful Abidin dengan tegas menyatakan bahwa anak-anak merupakan karunia ilahi sekaligus amanah besar yang menuntut tanggung jawab penuh dari orang tua. Ia menekankan bahwa kualitas masa depan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh lembaga pendidikan formal, tetapi secara fundamental, berawal dari ranah domestik atau rumah.
Syaiful Abidin menggarisbawahi tiga pilar utama dalam mendidik anak: Cinta dan Kasih Sayang, Keteladanan, dan Ilmu yang Benar. Menurutnya, pendidikan sejati melampaui sekadar transfer pengetahuan akademis. “Pendidikan adalah upaya holistik yang mencakup transfer ilmu, pembentukan adab, dan penanaman spiritualitas,” ujar Syaiful Abidin. Ia secara khusus menyoroti aspek keteladanan, mengajak para wali siswa untuk menjadi ‘cermin hidup’ yang mencerminkan nilai-nilai luhur bagi anak-anak, bukan sekadar memberikan perintah atau larangan.
Inisiatif KUA Pagentan ini disambut baik oleh seluruh elemen sekolah dan wali murid. Turipah, Wakil Kepala KB Pertiwi Plumbungan, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kontribusi KUA Pagentan. Turipah menyoroti relevansi tema yang diangkat, “Anak Adalah Amanah,” yang dinilai sangat menyentuh dan berfungsi sebagai pengingat krusial bagi para orang tua.
“Kami berterima kasih atas bimbingan dari Penyuluh Agama Islam KUA Pagentan. Momen ini menjadi ‘penyegaran’ bagi para wali siswa mengenai tanggung jawab mereka dalam mendidik dengan penuh cinta dan berlandaskan nilai-nilai agama,” kata Turipah. Ia juga menyatakan harapannya agar program-program penyuluhan yang membekali orang tua dengan ilmu parenting berbasis agama dan karakter ini dapat terus berlanjut demi memastikan generasi penerus yang beradab dan berilmu.
Kegiatan penyuluhan ditutup dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang hidup, menandakan tingginya kepedulian wali siswa terhadap isu-isu krusial seputar pola asuh dan pendidikan karakter. Diharapkan, insight yang diperoleh dari KUA Pagentan dapat diterapkan secara konsisten dalam keluarga, sehingga setiap anak di KB Pertiwi Plumbungan tumbuh menjadi individu yang utuh, siap menghadapi tantangan zaman dengan bekal adab dan ilmu yang kuat.
(msa/ azd)







