KUA Pandanarum Gelar Bimbingan Perkawinan, Pastikan Calon Pengantin Siap Bangun Keluarga Sakinah

Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pandanarum kembali menunjukkan komitmennya dalam membina calon pengantin agar siap memasuki kehidupan rumah tangga. Dua calon pengantin yang akan segera melangsungkan pernikahan mengikuti bimbingan perkawinan yang digelar di Balai Nikah KUA Pandanarum. (11/2/2026)

Kegiatan ini dipimpin oleh Sudarno selaku Penyuluh Agama Islam dengan pendampingan Kepala KUA Pandanarum yaitu Mutolib. Suasana bimbingan berlangsung hangat dan penuh interaksi, bukan hanya sekadar ceramah, melainkan dialog yang membuka ruang bagi calon pengantin untuk bertanya dan berbagi pengalaman.

Sudarno memulai dengan menekankan bahwa pernikahan bukan hanya momen sakral pada hari akad, tetapi sebuah proses panjang yang membutuhkan kesiapan mental dan spiritual. Ia mengingatkan bahwa banyak pasangan yang gagal bukan karena tidak saling mencintai, tetapi karena kurang memahami peran, komunikasi, dan tanggung jawab dalam rumah tangga.

“Pernikahan itu ibadah yang tidak berhenti pada akad. Setelah akad, tugas Anda justru dimulai. Jangan sampai setelah menikah, Anda baru belajar tentang tanggung jawab dan komitmen,” tegas Sudarno.

Dalam materi bekal perkawinan, Sudarno menguraikan beberapa poin penting, antara lain:

  • Komunikasi sehat: berbicara jujur dan terbuka tanpa saling menyakiti.
  • Manajemen konflik: bagaimana menyelesaikan masalah tanpa saling memojokkan.
  • Peran dan tanggung jawab suami-istri: memahami hak dan kewajiban sebagai pasangan.
  • Menguatkan pondasi iman: agar rumah tangga tidak mudah goyah saat ujian datang.
  • Perencanaan ekonomi keluarga: agar rumah tangga tidak retak karena masalah keuangan.

“Rumah tangga yang sakinah tidak lahir dari pasangan yang sempurna. Tapi lahir dari pasangan yang mau saling memperbaiki, belajar, dan menguatkan,” lanjut Sudarno.

Setelah materi selesai, Kepala KUA Pandanarum, Mutolib, melakukan sesi post test. Post test ini bertujuan untuk memastikan bahwa materi yang disampaikan benar-benar dipahami oleh kedua calon pengantin, bukan sekadar didengar.

“Kami ingin memastikan mereka tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga memahami esensi pernikahan. Karena persiapan pernikahan bukan hanya tentang dokumen dan pesta, tetapi juga kesiapan jiwa dan hati,” jelas Mutolib.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan buku “Pondasi Keluarga Sakinah” sebagai panduan praktis bagi calon pengantin. Buku tersebut diharapkan menjadi rujukan yang dapat dibaca kembali sebagai pengingat ketika menghadapi dinamika rumah tangga.

Bimbingan perkawinan yang diselenggarakan KUA Pandanarum ini menjadi langkah nyata untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawaddah, dan rahmah. Dengan bekal ilmu yang cukup, diharapkan kedua calon pengantin dapat menjalani pernikahan dengan kesiapan yang matang dan penuh berkah. 

(ev/azd)

Skip to content