Bukan Sekadar Menu Buka Puasa, Warga Gumingsir Bocorkan Rahasia Sambut ‘Tamu VIP’ Ramadhan 2026

Banjarnegara (Humas) – Atmosfer spiritual di Desa Gumingsir, mulai terasa menghangat menyambut fajar Ramadhan 1447 H yang segera menyapa. Sebagai bentuk kesiapan batin dan fisik, puluhan warga berkumpul di salah satu ruang kelas DA Cokroaminoto Gumingsir untuk mengikuti pembekalan khusus yang diselenggarakan oleh Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan pada Selasa (10/2/2026).

Kegiatan bimbingan penyuluhan ini diikuti dengan antusias oleh 21 jamaah Majelis Taklim (MT) Nurul Hidayah. M. Syaiful Abidin, Penyuluh Agama Islam fungsional KUA Pagentan, hadir sebagai narasumber utama untuk memberikan “peta jalan” spiritual bagi masyarakat dalam menghadapi bulan suci.

Dalam orasinya yang menggugah, Syaiful Abidin mengajak jamaah untuk mengubah cara pandang terhadap Ramadhan. Alih-alih menganggapnya sebagai rutinitas tahunan yang melelahkan, ia mengibaratkan Ramadhan sebagai sosok tamu paling istimewa yang hanya datang setahun sekali membawa koper penuh hadiah.

“Bayangkan jika rumah kita kedatangan tamu yang sangat kita hormati. Tentu kita akan membersihkan rumah, menyediakan hidangan terbaik, dan berpakaian rapi. Begitu pulalah seharusnya kita menyikapi Ramadhan. Sambutlah seolah ia tamu paling istimewa agar ia memberikan keberkahan maksimal bagi penghuni rumahnya,” ujar Syaiful dengan analogi yang menyentuh.

Untuk memastikan “sang tamu” merasa dimuliakan, Syaiful memaparkan lima aspek krusial yang harus disiapkan oleh setiap Muslim:

  1. Persiapan Ruhiyyah (Jiwa): Melakukan pembersihan hati (tazkiyatun nafs) dari penyakit batin seperti iri dan dengki, serta memperbanyak istighfar.
  2. Persiapan ‘Amaliyyah (Aktivitas): Melakukan “pemanasan” ibadah, seperti meningkatkan frekuensi salat sunnah dan puasa di bulan Sya’ban.
  3. Persiapan ‘Ilmiyyah (Wawasan): Mengulas kembali hukum-hukum fikih puasa agar ibadah yang dijalankan memiliki landasan ilmu yang kuat.
  4. Persiapan Maliyyah (Finansial): Mengatur manajemen keuangan agar bisa lebih dermawan dalam bersedekah dan membayar zakat.
  5. Persiapan Jasadiyyah (Kesehatan): Menjaga pola makan dan stamina agar kondisi fisik tetap prima selama 30 hari penuh.

Ketua Majelis Taklim Nurul Hidayah, Aji Nurwibowo, yang juga sekaligus Kepala DA Cokroaminoto Gumingsir mengaku sangat terbantu dengan adanya penyuluhan ini. Ia berharap edukasi semacam ini dapat meminimalisir kekeliruan masyarakat yang seringkali hanya fokus pada persiapan konsumsi saat berbuka, namun lupa pada persiapan esensi ibadah.

“Penjelasan Pak Syaiful sangat gamblang. Kami jadi sadar bahwa persiapan mental dan ilmu jauh lebih penting daripada sekadar urusan dapur. Kami ingin Ramadhan 2026 ini menjadi momen transformasi diri bagi warga Gumingsir,” tutur Aji.

Acara yang berlangsung penuh kekeluargaan ini ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh jamaah dipertemukan dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat walafiat dan mampu meraih derajat takwa yang sesungguhnya. 

(msa/azd)

Skip to content