Kuatkan Hati di Tengah Ujian, Penyuluh KUA Rakit & Pendamping PKH Ajak KPM Bandingan Perbanyak Sabar dan Syukur

Banjarnegara (Humas) – Ekonomi boleh naik turun, tapi iman harus tetap naik. Di saat harga kebutuhan naik, yang paling dibutuhkan adalah hati yang sabar dan lisan yang bersyukur.

Itulah pesan yang disampaikan Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agam (KUA) Rakit, Endah Widyawati saat melaksanakan  Penyuluhan kepada KPM PKH Desa Bandingan, Kamis (10/9/2026).

Mengusung tema “Sabar dan Syukur Saat Diuji Ekonomi”, kegiatan ini diikuti warga dengan antusias. Suasana penuh kekeluargaan dan saling menguatkan.

Dalam tausiyahnya, Endah Widyawati mengajak para KPM untuk memaknai ujian ekonomi sebagai cara Allah meninggikan derajat. “Sabar itu bukan diam pasrah. Sabar itu tetap ikhtiar, tetap salat, tetap jaga akhlak meskipun dompet tipis,” ujarnya.

“Syukur juga bukan menunggu kaya dulu. Syukur itu melihat nikmat kecil: masih bisa makan, masih sehat, anak masih sekolah. Orang yang bersyukur, Allah janji akan tambah nikmatnya,” tambahnya mengutip QS. Ibrahim ayat 7.

Penyuluh KUA Rakit ini juga memberikan tips praktis: mencatat pemasukan-pengeluaran, memprioritaskan kebutuhan, menghindari utang konsumtif, dan memperbanyak sedekah walau sedikit. “Sedekah tidak membuat miskin. Justru membuka pintu rezeki lain,” pesannya.

Senada, Pendamping PKH Atikah mengingatkan agar bantuan PKH digunakan tepat sasaran. “Untuk kesehatan, pendidikan anak, dan modal usaha kecil. Jangan untuk hal yang tidak perlu. Mari kita kelola bersama agar manfaatnya jangka panjang,” katanya.

Salah satu KPM,  Warsih, mengaku termotivasi. “Dulu sering mengeluh. Sekarang belajar menerima dan bersyukur. Ternyata hati lebih tenang,” ucapnya.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama agar masyarakat Bandingan diberi kelapangan rezeki, keberkahan, dan kekuatan menghadapi ujian.

(SN/azd)