Banjarnegara – Dalam rangka memperdalam riset tentang sistem hidroponik, tim riset dari MTs Negeri 1 Banjarnegara yang terdiri dari dua siswi, Jacellyn dan Kaila, melakukan kunjungan lapangan ke Greenhouse Kalimandi pada hari Kamis (31/7). Didampingi oleh guru pembimbing mereka, Musfiatul Muniroh, kunjungan ini bertujuan menggali informasi lebih dalam mengenai pengelolaan pertanian hidroponik modern, termasuk penerapan teknologi Internet of Things (IoT) di dalamnya.
Di lokasi, tim riset berkesempatan melakukan wawancara langsung dengan Prasetyo, pengelola greenhouse yang berpengalaman dalam sistem pertanian hidroponik. Dalam sesi wawancara tersebut, Prasetyo menjelaskan berbagai aspek teknis dan manajerial yang diterapkan di greenhouse, mulai dari kriteria air yang digunakan, sistem irigasi otomatis, hingga pengaturan nutrisi tanaman secara digital.
“Air yang kami gunakan harus memenuhi standar tertentu, seperti pH yang stabil dan kadar TDS (Total Dissolved Solids) yang sesuai dengan jenis tanaman. Semua itu kami kontrol menggunakan sensor yang terhubung ke sistem IoT, sehingga kami bisa memantau dan menyesuaikan kondisi dari jarak jauh,” jelas Prasetyo kepada tim riset.
Selain wawancara, Jacellyn dan Kaila juga diajak berkeliling area greenhouse untuk melihat secara langsung tahapan budidaya tanaman hidroponik. Mereka diperlihatkan berbagai contoh benih yang telah tumbuh menjadi bibit sehat dan dijelaskan bagaimana proses penyemaian dan pengairannya dilakukan. Sistem irigasi tetes otomatis yang digunakan dinilai sangat efisien dalam menghemat air dan tenaga kerja.
Musfiatul Muniroh, guru pembimbing riset dari MTs Negeri 1 Banjarnegara, menyatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam dunia riset dan teknologi terapan. “Kami ingin anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tapi juga mengalami dan menyerap pengetahuan dari praktik langsung di lapangan. Kunjungan ini sangat relevan dengan topik riset mereka yang fokus pada hidroponik berbasis teknologi,” ujarnya.
Jacellyn, salah satu anggota tim riset, mengaku sangat antusias dengan kunjungan ini. “Kami jadi tahu lebih detail bagaimana sistem hidroponik itu berjalan, tidak hanya dari teori, tapi juga dari praktik langsung. Ternyata teknologi seperti IoT itu sangat membantu dalam pertanian modern,” katanya dengan semangat.
Sementara itu, Kaila menambahkan bahwa wawancara dengan praktisi sangat membuka wawasan mereka mengenai tantangan dan peluang di bidang pertanian hidroponik. “Kami jadi lebih memahami bahwa hidroponik bukan hanya soal menanam tanpa tanah, tapi juga harus tahu bagaimana cara mengatur air, nutrisi, dan pencahayaan agar tanaman tumbuh optimal,” jelasnya.
Greenhouse Kalimandi sendiri telah menjadi salah satu percontohan penerapan pertanian modern di wilayah Banjarnegara. Dengan fasilitas dan sistem yang mendukung pertanian presisi, tempat ini kerap dikunjungi oleh pelajar dan mahasiswa yang ingin belajar tentang pertanian berkelanjutan.
Kunjungan ini juga menjadi bagian dari proses pengumpulan data untuk karya tulis ilmiah yang sedang disusun oleh Jacellyn dan Kaila. Dalam risetnya, mereka akan menganalisis efektivitas sistem hidroponik berbasis IoT dibandingkan metode konvensional dalam hal efisiensi air dan produktivitas tanaman.
Musfiatul Muniroh berharap bahwa melalui kegiatan seperti ini, siswa-siswi MTs Negeri 1 Banjarnegara dapat mengembangkan minatnya dalam bidang sains dan teknologi, serta menumbuhkan semangat inovasi sejak dini. “Kegiatan ini adalah langkah awal. Semoga ke depan mereka bisa menghasilkan karya yang bermanfaat, tidak hanya untuk sekolah, tetapi juga untuk masyarakat luas,” tuturnya.
Dengan semangat belajar dan dukungan dari berbagai pihak, tim riset MTs Negeri 1 Banjarnegara membuktikan bahwa generasi muda mampu menjadi agen perubahan di dunia pertanian modern. (Lin)







