Kurban: Antara Ketaatan dan Pengingkaran, Penyuluh Agama KUA Pagentan Ajak Wali Siswa DA Cokroaminoto Perkuat Iman

Banjarnegara (Humas) – Memasuki bulan Dzulqa’dah 1447 H, semangat untuk menjalankan ibadah kurban mulai digelorakan di tengah masyarakat. Hal ini terlihat dalam kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama yang digelar di Majelis Taklim (MT) Nurul Hidayah, Desa Gumingsir, Kecamatan Pagentan, pada Selasa (5/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menghadirkan narasumber M. Syaiful Abidin, seorang Penyuluh Agama Islam fungsional dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan. Bertempat di salah satu ruang kelas Darul Athfal (DA) Cokroaminoto Gumingsir, penyuluhan ini dihadiri oleh 24 orang jamaah yang seluruhnya merupakan wali siswa dari lembaga pendidikan anak usia dini tersebut.

Dalam pemaparannya yang bertema “kurban: Antara Ketaatan dan Pengingkaran”, M. Syaiful Abidin menekankan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan ternak secara rutin tiap tahun. Lebih dari itu, kurban adalah ujian cinta dan loyalitas seorang hamba kepada Sang Pencipta, berkaca pada kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS.

Syaiful menjelaskan bahwa ada garis tipis antara ketaatan yang tulus dengan pengingkaran yang halus. Pengingkaran yang dimaksud adalah ketika seseorang memiliki kemampuan secara finansial, namun selalu mencari alasan untuk menunda atau tidak berkurban.

“Mari sisihkan sebagian harta, bukan karena kita merasa kaya, tetapi karena kita ingin taat kepada Allah. Harta yang kita kurbankan tidak akan berkurang, melainkan menjadi saksi ketaatan kita di hadapan-Nya kelak,” ujar Syaiful di hadapan para jamaah.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak madrasah. Aji Nurwibowo, selaku Ketua MT Nurul Hidayah yang juga menjabat sebagai Kepala DA Cokroaminoto Gumingsir, menyampaikan bahwa edukasi seperti ini sangat penting bagi para wali siswa. Selain memperdalam ilmu agama, kegiatan ini juga mempererat tali silaturahmi antara pihak sekolah, wali murid, dan instansi keagamaan seperti KUA.

“Kami sangat berterima kasih atas bimbingan yang diberikan oleh KUA Pagentan. Melalui penyuluhan ini, kami berharap para orang tua siswa tidak hanya fokus pada pendidikan formal anak, tetapi juga termotivasi untuk memberikan teladan nyata dalam ibadah, salah satunya melalui semangat berkurban tahun ini,” tutur Aji Nurwibowo.

Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab interaktif serta diskusi mengenai pengelolaan dana kurban secara kolektif di lingkungan Desa Gumingsir. Melalui bimbingan ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk berkurban semakin meningkat sebagai bentuk ketaatan mutlak kepada Allah Swt. 

(msa/azd)

Skip to content