Kurban: Bukti Nyata Syukur atas Nikmat yang Tak Terhitung, Pesan Mendalam dari Penyuluh Agama KUA Pagentan

Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat menyelimuti salah satu ruang kelas Raudhatul Athfal (RA) Al Hidayah Larangan pada Rabu (6/5/2026). Sebanyak 20 jamaah yang merupakan wali siswa RA Al Hidayah berkumpul dalam agenda bimbingan penyuluhan keagamaan yang diselenggarakan oleh Majelis Taklim (MT) Al Mubarok.

Hadir sebagai narasumber utama, M. Syaiful Abidin, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan. Dalam kesempatan tersebut, Syaiful mengusung tema yang sangat relevan menjelang Idul Adha, yakni “Kurban: Bukti Nyata Syukur atas Nikmat yang Tak Terhitung”.

Dalam tausiyahnya, M. Syaiful Abidin menekankan bahwa ibadah kurban bukan sekadar ritual penyembelihan hewan ternak, melainkan sebuah manifestasi dari rasa syukur seorang hamba kepada Sang Pencipta. Ia mengajak para jamaah untuk merenungi kembali segala karunia yang telah diterima selama ini.

“Allah telah memberikan nikmat yang tidak terhitung—kesehatan, keluarga, hingga rezeki. Pertanyaannya: Sudahkah kita termasuk orang yang bersyukur atas nikmat itu dengan berkurban?” ujar Syaiful di hadapan para wali siswa.

Ia menambahkan bahwa berkurban merupakan momentum untuk mengikis sifat kikir dan egoisme dalam diri. Dengan berbagi daging kurban, umat Muslim diajarkan untuk memiliki empati sosial yang tinggi dan mempererat tali silaturahmi antar sesama warga di lingkungan Desa Larangan.

Kegiatan ini mendapat apresiasi positif dari pihak sekolah dan pengurus majelis taklim. Hidayat Dandi Pratama, yang menjabat sebagai Ketua MT Al Mubarok sekaligus Kepala RA Al Hidayah Larangan, menyatakan bahwa pembinaan mental dan spiritual bagi wali siswa sangatlah penting.

“Kami sangat berterima kasih atas kehadiran penyuluh dari KUA Pagentan. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya kami untuk membekali para orang tua siswa dengan pemahaman agama yang mendalam, sehingga nilai-nilai kesalehan ini juga bisa ditularkan kepada anak-anak di rumah,” ungkap Hidayat.

Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif. Para jamaah tampak antusias mendalami tata cara berkurban yang sesuai dengan syariat serta keutamaan-keutamaan yang terkandung di dalamnya. Melalui bimbingan ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk berpartisipasi dalam ibadah kurban tahun ini semakin meningkat sebagai wujud ketakwaan kepada Allah Swt. 

(msa/azd)

Skip to content