Lakukan Penyuluhan Di Desa Binaan, KUA Sigaluh Adakan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah

Banjarnegara (Humas) – Sebagaimana yang kita tahu bahwa hukum merawat janazah adalah menjadi kewajiban kita yang masih hidup, dalam hal ini. Dan termasuj fardu kifayah. Ini mempunyai arti bahwa ketika dalam sekelompok masyarakat ada warga yang meninggal, maka seluruh warga mempunyaj kewajiban. Merawatnya, dan apabila dalam kelompok masyarakat tersebut tidak ada yang merawatnya maka seluruh warga masyarakat tersebut berdosa. Dan apabika ada salah satu  warga merawatnya maka gugurlah kewajiban seluruh warga tersebut. 

Dari fenomena tersebut KUA Sigaluh memandang perlu untuk mellakukan Pembinaan keagamaan dalam Hal Pemulasaran Jenazah. Hal ini disambut baik oleh Pemerintah desa Pringamba. 

Kamis (4/12/2025) KUA Sigaluh diundang sebagai narasumber dalam Pelathihan Pemulasaran Jenazah. Acara berlangsung di Aula Balai Desa Pringamba,  dihadiri Oleh Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, Ketua Takmir dan Mushola serta Ibu ibu Penggerak PKK desa setempat.  Dengan nara sumber Samsul Chusen PAIF KUA Sigaluh dengan dibantu oleh kedua rekannya yaitu Amin S dan Agus Setiyaningsih. 

Acara dibuka oleh Kepala Desa Pringamba Karno. Dalam pemaprannya Karno menyampaikan ” Mari kita imuti acara ini dengan seksama, untuk kemudian dipraktekan manakala ada saudara atau tetangga kita yang meninggal, agar ilmunya tambah manfaat” Tutur Karno kepada hadirin. 

Acara dibuat 3 sesi yaitu materi, praktek, dan tanya jawab. 

Materi disampaikan oleh Samsul, Dalam paparannya Samsuk menjelaskan bahwa yang akan kita pelajari  bersama secara materi meliputi; Mensucikan, Mengkafani, Mensholatkan dan Menguburkan. ” Yang kita pelajari secara Praktek hanya Mensucikan atau memandikan, mengkafani dan mensholati, Adapun menguburkan kuta hanya akan belajar secara materi” Tutur Samsuk ditengah tengah paparan materi. 

Setelah materi selesai dilanjutkan dengan praktek. Paraktek dibagi menjadi 2 kelas yaitu Kelas Wanita dan Kelas Laki laki. 

Kelas Laki laki dipandu oleh Samsul dan Amin S, sementara kelas perempuan dioandu oleh Agus Setyaningsih. 

Mereka pun mempraktekan apa yang telah dioelajari secara terori meliputi tata cara memandikan, mengakafani dan  mensholati. 

Mensucikan dimulai dari menghilangkan kotoran dan najis, mewudhukan dan memandikannya. 

Mengkafani jamaah tidak hanya berlatih mengkafani tetapi juga memotong dan mempersiapkan kain dan perlatana yang dubutuhkan. 

Setelah manekin dikafani maka Samsul mengajak unruk praktek sholat jenazah. 

Diharapkan dari acara ini nantinya tidak ada mayat yang tidak terurus kerana keluarganya tengah berduka dan masyarakat lainnya takut dan tidak tahu ilmunya. 

“Silahkan dipraktekan apa yang sudah kita pelajari bersama agar lebih manfaat lagi” Papar Samsul. Sebelum menutup acara.  

(ks/ azd)

Skip to content