Banjarnegara (Humas) — Sejumlah bencana dalam beberapa waktu terakhir, baik berskala lokal seperti longsor di Situkung Pandanarum maupun bencana nasional di Aceh dan wilayah Sumatra, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Menyikapi kondisi tersebut, Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sigaluh, Samsul Chusen, mengajak masyarakat meningkatkan keimanan serta kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari ikhtiar mencegah bencana.
Dalam kegiatan penyuluhan di Majelis Taklim Al-Muttaqin Randegan, Rabu (3/12/2025), Samsul menyampaikan materi bertema penguatan iman dan takwa serta pengenalan konsep ekoteologi dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa menjaga alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual setiap muslim.
“Bencana sering kali muncul karena ulah manusia yang kurang bijak memperlakukan alam. Karena itu, selain berdoa, kita perlu berusaha memperbaiki sikap kita dalam mengelola lingkungan,” ujarnya di hadapan jamaah.
Samsul menjelaskan bahwa upaya preventif dapat dilakukan melalui dua langkah penting.
Pertama, meningkatkan iman dan takwa serta mengajak masyarakat kepada kebaikan dan menjauhi kemungkaran agar tidak menimbulkan dampak sosial maupun lingkungan.
Kedua, mengajak jamaah memanfaatkan lahan pekarangan dengan menanam pohon sesuai program ekoteologi Kementerian Agama, sekaligus menghindari pembuangan sampah ke aliran sungai yang dapat memicu banjir dan longsor.
“Mari kita benahi sikap dalam mengelola lingkungan. Jangan hanya mengambil manfaat dari alam, tetapi juga menjaga dan melestarikannya. Apa yang kita lakukan hari ini akan memengaruhi keberlangsungan alam bagi generasi mendatang,” terang Samsul.
Melalui penyuluhan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya keseimbangan antara spiritualitas dan kepedulian ekologis dalam mencegah risiko bencana.
(ks/azd)







