Latihan Penanganan Cedera, Ekstrakurikuler PMR MIFABARA Tingkatkan Keterampilan Pertolongan Pertama

Banjarnegara – Ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) MIFABARA kembali melaksanakan latihan rutin pada Jum’at, pukul 13.00–14.00 WIB, bertempat di aula madrasah. Kegiatan yang berlangsung penuh kedisiplinan dan kekompakan ini dipandu langsung oleh Pembina PMR, Fatma Solikh, yang sejak awal pertemuan telah berkomitmen untuk membentuk anggota PMR yang terampil, tanggap, dan berjiwa sosial.(14/11)

Pada latihan kali ini, para peserta PMR difokuskan untuk mempraktikkan penanganan cedera, salah satu materi dasar namun sangat penting dalam pertolongan pertama. Pembina memberikan penjelasan mengenai berbagai jenis cedera ringan, cara mengenalinya, serta langkah penanganannya. Setelah itu, peserta langsung dibagi dalam kelompok kecil untuk melakukan simulasi.

Peserta saling berpasangan dan bergiliran mempraktikkan teknik membalut serta menolong teman yang berpura-pura mengalami cedera. Mereka tampak serius, teliti, namun tetap ceria mengikuti setiap instruksi. Ada yang memeriksa posisi kaki, ada yang mencoba teknik pembidaian sederhana, sementara yang lain mencatat langkah-langkah yang sedang dipelajari.

“Latihan hari ini bertujuan agar anak-anak siap dan terampil menghadapi situasi darurat di lingkungan madrasah. Penanganan cedera adalah kemampuan dasar yang harus dikuasai setiap anggota PMR” jelas Fatma Solikh.

Kegiatan praktik ini tidak hanya melatih kemampuan teknis peserta, tetapi juga membentuk sikap tanggung jawab, kerja sama, dan empati. Anak-anak terlihat saling membantu, memastikan posisi teman nyaman, serta mempraktikkan dengan penuh kehati-hatian. Pembina terus memberikan arahan sambil memantau kesesuaian teknik yang mereka terapkan.

Selain latihan motorik, peserta juga diajak memahami pentingnya ketenangan dalam memberikan pertolongan. Pembina menekankan bahwa kesiapsiagaan bukan hanya tentang kemampuan teknis, tetapi juga pengendalian diri dan kepedulian terhadap sesama.

Dengan adanya latihan rutin seperti ini, PMR MIFABARA berharap para peserta dapat menjadi agen kesehatan kecil yang mampu memberikan pertolongan pertama dengan benar di lingkungan madrasah maupun di rumah.

“Kami ingin membentuk karakter peduli sejak dini. Melalui PMR, anak-anak dilatih untuk membantu tanpa diminta dan peka terhadap kondisi sekitar,” tambah pembina.

Latihan ditutup dengan refleksi singkat tentang pengalaman peserta selama praktik. Mereka mengaku senang dan merasa semakin percaya diri dalam memberikan pertolongan pertama. Ekstrakurikuler PMR MIFABARA akan terus melanjutkan program pembelajaran bertahap agar peserta semakin mahir di bidang kesehatan dan kesiapsiagaan bencana.(nas)

Skip to content