Banjarnegara–Geliat literasi di MTs Negeri 1 Banjarnegara tentu sudah nampak dari berbagai kegiatan literasi yang diikuti oleh hampir seluruh warga Madtsansa. Dan salah satu bentuk kegiatan dari budaya literasi di satu-satunya madrasah yang memiliki kelas unggulan menulis di Banjarnegara adalah membaca senyap.
Membaca senyap adalah kegiatan membaca buku selama satu jam pelajaran di hari Senin pekan genap pada jam pertama setelah tadarus dan zikir Asmaul Husna. Senyap disini menerangkan bahwa anak-anak dan seluruh warga Madtsansa membiasakan membaca berkualitas dengan tidak melakukan kegiatan lain sehingga tercipta suasana senyap yang nyaman untuk membaca.
Yuniati selaku Waka Kurikulum MTs N 1 Banjarnegara pada Senin (12/2) mengatakan bahwa sudah lebih dari 5 tahun terakhir madrasah mengimplementasikan kegiatan membaca senyap yang dilaksanakan 2 minggu sekali di hari Senin. Menurutnya, membaca merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dimiliki siswa.
“Membaca senyap merupakan kegiatan membaca tanpa bersuara, dengan membiasakan diri untuk membaca senyap akan meningkatkan keterampilan membaca siswa.” Terang Yuniati.
Membaca senyap memiliki manfaat untuk menyempurnakan teknik membaca, menyempurnakan pemahaman isi bacaan, mendapatkan pemahaman kosakata, menumbuhkan kesadaran akan pentingnya membaca sebagai sarana memperoleh informasi, dan menumbuhkan sikap suka membaca sebagai hiburan. Maka dari itu amatlah penting mengajarkan membaca senyap untuk siswa.
Aurel, salah satu kelas unggulan Riset MTs N 1 Banjarnegara juga senang jika ada kegiatan membaca senyap. Baginya, ada ruang baru yang tersimpan di memori otaknya mengenai pengetahuan.
Saat di jumpai di kelas 9A, Aurel sibuk membaca artikel ilmiah tentang sumber daya air. Menurutnya, membaca karya tulis ilmiah milik orang lain mampu menambah pengetahuan baru dan juga daya dorong untuk dirinya membuat riset baru. (ran)

