Lewat Discovery Learning, Yuniyati Ajak Siswa Madtsansa Temukan Luas Tabung Menggunakan Bahan Limbah

Banjarnegara – Salah satu model pembelajaran yang diharapkan dapat membentuk perilaku scientific, sosial serta mengembangkan rasa keingintahuan adalah Pembelajaran Melalui Penyingkapan atau Penemuan atau sering disebut Discovery Learning.

Pelajaran matematika yang oleh sebagian siswa masih sering dianggap sebagai pelajaran yang sulit dan tidak menyenangkan memaksa guru-guru matematika Madtsansa untuk terus berinovasi dan berkreasi dalam pembelajarannya.

Seperti yang dilakukan oleh Yuniyati, guru matematika kelas IX sekaligus wakil kepala urusan kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara pada Kamis (15/2) yang menggunakan model pembelajaran Discovery Learning dalam pembelajarannya di kelas IX A unggulan riset.

Menurut Yuni, bahwa model pembelajaran penemuan ini adalah memahami konsep, arti, dan hubungan melalui proses intuitif untuk akhirnya sampai pada suatu kesimpulan.

“Discovery terjadi bila individu terlibat terutama dalam penggunaan proses mentalnya untuk menemukan beberapa konsep dan prinsip. Kegiatan ini dilakukan melalui observasi, klasifikasi, pengukuran, prediksi, penentuan dab inferensi.” Jelas Yuniyati kepada tim warta Madtsansa.

Dalam pembelajaran matematika di kelas IX A unggulan riset ini, Yuniyati mengajak seluruh siswanya untuk dapat menemukan luas permukaan tabung dengan menggunakan bahan limbah, yakni kaleng susu bekas.

Akza Agung Arifyansyah salah satu siswa kelas IX A unggulan riset menyampaikan bahwa dengan model pembelajaran yang digunakan ini, pembelajaran matematika jadi sangat menarik dan tidak menyeramkan.

“Pembelajaran dengan model seperti ini, membuat kita praktik langsung dan tau betul bagaimana menemukan rumus luas permukaan tabung. Tentu ini menjadi pengingat kita dalam mengerjakan soal nantinya, karena kita dapat mengingat-ingat saat proses kita menemukan rumus luas tabung tersebut,” ungkap Akza.

Yuniyati menjelaskan bahwa pada pertemuan sebelumnya ia sudah menyampaikan kepada siswa dalam setiap kelompoknya untuk mempersiapkan alat dan bahan guna pembelajaran matematika.

“Karena bahan utama kita adalah limbah kaleng susu, maka anak-anak sudah dikondisikan untuk membawanya dari rumah beserta alat dan bahan lainnya,” terang Yuni.

Masih menurut Yuniyati, langkah-langkah kerja model pembelajaran Discovery Learning ini meliputi stimulation, problem statement, data collection, processing, verification dan generalization. (Lin)

Skip to content