Banjarnegara (Humas) – MTs Negeri 1 Banjarnegara kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang penelitian. Sebanyak lima tim riset madrasah ini berhasil lolos sebagai finalis Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat Kabupaten Banjarnegara tahun 2025. Pengumuman resmi disampaikan pada Kamis (25/9) melalui Zoom Meeting oleh panitia OPSI yang dikoordinatori MGMP IPA dan IPS SMP Kabupaten Banjarnegara.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen MTsN 1 Banjarnegara dalam mencetak generasi muda yang gemar meneliti dan berpikir kritis. OPSI sendiri merupakan ajang bergengsi tahunan yang diselenggarakan oleh Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Kompetisi ini diikuti oleh ratusan siswa SMP/MTs dari seluruh Banjarnegara yang berlomba dalam tiga bidang, yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS), Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Terapan (IPT).
Dari MTsN 1 Banjarnegara, lima tim yang berhasil melaju ke babak final adalah satu tim bidang IPS atas nama ketua Tim Ilyas Baikhaqqi Alwi, dua tim bidang IPT yang diketuai oleh Fadey Arkana Bintara Valiant dan DK Aida Nur Maghfiroh, serta 2 tim IPA yang diketuai oleh M. Farhan Muin dan Nasya Mikaila. Kelima tim tersebut meraih nilai yang sangat baik dari para juri. Bahkan tim Ilyas Baikhaqqi Alwi menempati peringkat pertama untuk bidang IPS dengan skor 84,45, sedangkan Fadey Arkana Bintara Valiant memperoleh skor 87,1 untuk bidang IPT.
Koordinator Kelas Unggulan Riset MTsN 1 Banjarnegara, Hj. Tri Widayati, tidak bisa menyembunyikan kebanggaannya atas capaian ini.
“Alhamdulillah, tahun ini kembali lima tim dari MTsN 1 Banjarnegara berhasil menembus final OPSI tingkat kabupaten. Ini adalah hasil dari kerja keras, ketekunan, dan sinergi antara siswa, guru pembimbing, serta dukungan penuh dari pihak madrasah. Saya berharap anak-anak dapat mempertahankan semangat juangnya dan menampilkan hasil terbaik di babak presentasi nanti,” ujarnya.
Guru pembimbing riset, Musfiatul Muniroh, yang mendampingi beberapa tim peserta, menuturkan bahwa perjuangan para siswa patut diapresiasi.
“Mereka rela mengorbankan waktu istirahat, pulang lebih sore, bahkan datang di hari libur hanya untuk memastikan penelitian mereka selesai tepat waktu. Pengumuman ini menjadi hadiah atas ketekunan mereka. Sekarang kami akan fokus mempersiapkan anak-anak untuk menghadapi babak final agar hasil yang diraih semakin maksimal,” jelasnya.
Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Hj. Yuniyati, juga memberikan apresiasi dan dukungan penuh.
“MTsN 1 Banjarnegara sejak awal berkomitmen menjadi madrasah berbasis riset. Dukungan fasilitas, pendampingan guru, hingga pemberian ruang khusus bagi para peneliti muda sudah kami upayakan. Semoga keberhasilan ini memotivasi siswa lain untuk ikut terlibat dalam kegiatan penelitian,” tutur Yuniyati.
Salah satu ketua tim riset bidang IPS, Ilyas Baikhaqqi Alwi, kepada tim warta Madtsansa mengaku senang sekaligus termotivasi.
“Saya dan tim merasa usaha kami tidak sia-sia. Setelah melalui proses panjang, dari merumuskan masalah hingga menyusun laporan, akhirnya kami bisa lolos ke final. Sekarang fokus kami adalah menyiapkan presentasi agar bisa tampil meyakinkan di depan juri,” ungkapnya.
Senada dengan itu, salah satu ketua tim IPT, Fadey Arkana Bintara Valiant, menambahkan bahwa pengalaman mengikuti OPSI sangat berharga.
“Banyak ilmu baru yang kami pelajari. Bukan hanya tentang penelitian, tetapi juga kerja sama tim, manajemen waktu, dan keberanian untuk berkompetisi. Semoga penelitian kami memberi manfaat dan menginspirasi teman-teman lain untuk ikut berkarya,” katanya.
Keberhasilan lima tim ini semakin mengukuhkan posisi MTsN 1 Banjarnegara sebagai salah satu madrasah unggulan yang konsisten mencetak peneliti muda berprestasi. Dengan dukungan guru pembimbing, manajemen madrasah, dan fasilitas yang memadai, diharapkan para finalis dapat melangkah lebih jauh hingga tingkat provinsi bahkan nasional. Babak final OPSI Kabupaten Banjarnegara sendiri dijadwalkan berlangsung pada awal Oktober mendatang, dengan agenda presentasi hasil penelitian di hadapan dewan juri, wawancara dan pameran karya. (Lin/La)







