Banjarnegara (Humas) – Pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila dan Rahmatan Lil Alamin (P5RA) MTs Negeri 1 Banjarnegara memasuki tahap yang paling ditunggu-tunggu, yakni alur aktivitas ketiga yakni aksi. Seluruh siswa kelas 7, 8, dan 9 secara berkelompok melaksanakan praktik membuat minuman herbal sesuai dengan rancangan anggaran yang telah mereka susun pada tahap sebelumnya. Kegiatan berlangsung pada Kamis (25/9) di halaman kelas dan lapangan indoor sisi timur.
Sejak pagi, suasana madrasah tampak berbeda. Aroma rempah-rempah seperti jahe, serai, kayu manis, dan pandan tercium semerbak dari berbagai sudut. Para siswa tampak antusias membawa bahan-bahan, peralatan masak, dan kemasan minuman yang sudah dipersiapkan. Setiap kelompok diwajibkan menghasilkan satu sampel minuman herbal siap jual untuk diserahkan kepada dewan juri dan dinilai dari aspek rasa, packaging, kebersihan, kerja sama kelompok, serta proses pembuatan.
Ketua P5RA MTsN 1 Banjarnegara, Hj. Asih Wijayanti, menyampaikan bahwa tahap aksi ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan P5RA dengan tema “Panen Cuan dengan Meramu Herbal Taste Milenial.”
“Hari ini para siswa tidak hanya belajar teori, tetapi benar-benar mempraktikkan keterampilan meramu bahan herbal menjadi produk minuman sehat. Ini adalah momentum untuk melatih kreativitas, inovasi, serta jiwa kewirausahaan. Kami ingin anak-anak mampu melihat peluang bisnis dari produk sederhana seperti minuman herbal, yang ternyata bisa dikemas dengan menarik dan bernilai jual tinggi,” ungkapnya.
Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, juga memberikan apresiasi penuh terhadap jalannya kegiatan.
“Kegiatan ini sejalan dengan visi madrasah untuk mencetak generasi yang kreatif, berkarakter, dan berdaya saing. Kami senang melihat anak-anak bekerja sama, berbagi tugas, dan menghasilkan karya nyata yang bermanfaat. Semoga kegiatan ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi bisa menjadi inspirasi bagi mereka untuk berwirausaha di masa depan,” ujarnya.
Salah satu fasilitator kegiatan, Ratna Damayanti, menuturkan bahwa setiap kelompok mendapat pendampingan untuk memastikan resep, takaran, dan teknik penyajian sesuai rencana.
“Kami memantau dari awal proses hingga penyajian. Banyak ide kreatif yang muncul dari siswa, mulai dari penambahan madu, sirup alami, hingga penggunaan kemasan botol yang unik dan kekinian. Anak-anak terlihat sangat bersemangat dan serius, apalagi mengetahui bahwa hasil mereka akan dinilai dan diumumkan juaranya,” katanya.
Tim penilai yang terdiri dari guru-guru madrasah juga tampak sibuk mencicipi dan memberikan penilaian. Salah satu juri, Siti Masruroh, mengungkapkan kekagumannya terhadap hasil karya siswa.
“Dari rasa, banyak yang sudah pas takarannya, ada yang hangat, segar, bahkan ada yang berinovasi dengan minuman dingin. Packaging-nya juga beragam, ada yang menggunakan botol kaca, cup plastik bersegel, dan ada yang dilengkapi stiker merek. Hal ini menunjukkan bahwa siswa benar-benar menghayati konsep produk siap jual,” ujarnya.
Tak hanya guru, para siswa pun merasakan keseruan dan kebanggaannya. Zalfa, siswi kelas 9A, mengaku senang dapat meracik minuman herbal yang diberi nama Seroja.
“Seroja terbuat dari serai, rosella dan jahe, rasanya hangat dan aromanya menenangkan. Saya dan teman-teman memilih bahan ini karena mudah didapat dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Senang sekali bisa menciptakan minuman sendiri yang sehat dan enak,” tuturnya.
Sementara itu, Kalila dari kelas 8C membuat minuman herbal unik bernama Telang Lemonade.
“Kami memanfaatkan tanaman bunga telang dan dicampur dengan buah lemon. Warnanya cantik, rasanya segar, dan cocok untuk minuman dingin. Setelah di racik ditambah nata de Coco dan biji selasih serta es, cantik banget…,” ucapnya sambil tersenyum bangga.
Kegiatan aksi P5RA ini ditutup dengan pengumpulan seluruh sampel minuman herbal untuk dinilai dan dipamerkan. Pengumuman pemenang lomba pembuatan minuman herbal direncanakan akan dilakukan bersamaan dengan puncak acara panen karya.
Dengan berjalannya tahap aksi ini, P5RA MTs Negeri 1 Banjarnegara tidak hanya menjadi ajang pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana menumbuhkan jiwa kreatif, kolaboratif, dan kewirausahaan di kalangan siswa. Semangat inovasi yang ditunjukkan para siswa menjadi bukti bahwa warisan kearifan lokal seperti minuman herbal dapat terus hidup dan berkembang sesuai dengan selera generasi milenial. (Fy/La)







