Banjarnegara – Program Tantangan Literasi Ramadhan di MIFABARA terus menghadirkan pesan-pesan reflektif dari para siswa. Pada hari ke-19, Amira, siswi kelas 5D, menyampaikan gagasan yang kuat tentang pentingnya keseimbangan antara iman dan ilmu dalam kehidupan manusia.(10/3)
Dalam tulisannya, Amira mengangkat kalimat penuh makna: “Iman tanpa ilmu itu lemah, ilmu tanpa iman itu berbahaya.” Melalui pesan tersebut, ia mengajak teman-temannya memahami bahwa keduanya adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Menurut Amira, iman memberikan arah dan tujuan hidup, sedangkan ilmu menjadi cahaya yang menerangi jalan menuju kebaikan.
“Ramadhan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan keduanya,” tulis Amira dalam refleksinya. Ia menjelaskan bahwa bulan suci bukan hanya saat memperbanyak ibadah, tetapi juga kesempatan untuk menambah pengetahuan yang bermanfaat, baik melalui membaca, belajar, maupun merenungkan ayat-ayat Allah.
Amira juga menuliskan bahwa ketika iman dan ilmu berjalan bersama, seseorang akan mampu menjalani hidup dengan lebih bijaksana. Ilmu yang dimiliki tidak akan disalahgunakan, karena iman menjadi penjaga hati. Sebaliknya, iman yang kuat akan semakin kokoh ketika disertai dengan pemahaman ilmu yang benar.
Wali kelas 5D mengapresiasi pesan yang disampaikan Amira. “Tulisan ini sangat penting bagi anak-anak. Mereka belajar bahwa menjadi pribadi yang baik bukan hanya rajin beribadah, tetapi juga semangat menuntut ilmu,” ujarnya.
Kepala Madrasah MIFABARA, Durotun Nafisah, turut memberikan tanggapan. “Dalam Islam, iman dan ilmu adalah dua sayap yang membawa manusia menuju kemuliaan. Ramadhan adalah momentum yang tepat untuk menguatkan keduanya,” tuturnya.
Melalui literasi Ramadhan hari ke-19 ini, Amira mengingatkan bahwa keberhasilan seorang manusia tidak hanya diukur dari kecerdasan atau ibadah semata. Keseimbangan antara iman yang kuat dan ilmu yang bermanfaat akan melahirkan pribadi yang bijaksana, berakhlak mulia, dan mampu memberikan manfaat bagi sesama.(nas)







