Madtsansa Bernada Perdana: Pesona Vokal Putra MTsN 1 Banjarnegara Raih 43,8 Ribu Viewer di TikTok

Banjarnegara (Humas) – Rabu (12/11), menjadi hari bersejarah bagi MTs Negeri 1 Banjarnegara. Untuk pertama kalinya, konten Madtsansa Bernada edisi perdana resmi dirilis serentak di seluruh media sosial madrasah, mulai dari YouTube, Instagram, Facebook hingga TikTok resmi MTsN 1 Banjarnegara. Penampilan memukau tiga siswa berbakat, Singgih (kelas 8A), Yusuf (kelas 8I), dan Alif (kelas 7B)—yang membawakan lagu Monokrom milik Tulus sukses mencuri perhatian warganet.

Hanya beberapa jam setelah diunggah, konten Madtsansa Bernada perdana tersebut langsung menuai respon luar biasa. Hingga berita ini dipublikasikan, jumlah penonton di platform TikTok telah menembus 43,8 ribu viewer. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan bakat siswa MTsN 1 Banjarnegara mendapat sambutan hangat dari masyarakat luas, terutama di kalangan remaja.

Madtsansa Bernada putra merupakan konten terbaru yang garap oleh tim media dan pembina ekstrakurikuler musik vokal MTsN 1 Banjarnegara. Program ini dirancang sebagai wadah ekspresi dan pengembangan minat serta bakat seni siswa, khususnya dalam bidang vokal. Setiap edisi akan menampilkan talenta-talenta muda madrasah dalam membawakan lagu-lagu populer dengan aransemen khas dan nuansa madrasah yang berkarakter.

Dalam penampilan putra perdana ini, tiga siswa pilihan menampilkan lagu “Monokrom” dengan penghayatan yang menyentuh. Suara harmonis ketiganya berpadu dengan aransemen sederhana namun elegan, menciptakan suasana hangat dan penuh makna. Video yang direkam di lingkungan madrasah itu menonjolkan sisi natural sekaligus profesional, hasil kerja sama antara tim media madrasah dan pembina vokal.

Pembina vokal Madtsansa Bernada, Hj. Amri Inayati, mengungkapkan rasa bangganya terhadap penampilan perdana tim vokal putra tersebut.

“Saya benar-benar terharu melihat antusiasme dan kerja keras anak-anak. Mereka berlatih dengan sungguh-sungguh, memperhatikan setiap detail vokal dan ekspresi. Hasilnya luar biasa. Ini bukan hanya soal bernyanyi, tetapi tentang keberanian tampil dan menyampaikan pesan lewat musik,” ujar Hj. Amri dengan senyum bangga.

Lebih lanjut, Hj. Amri menegaskan bahwa Madtsansa Bernada tidak hanya sekadar proyek konten hiburan, melainkan juga bagian dari upaya pembentukan karakter siswa.

“Melalui program ini, kami ingin menumbuhkan rasa percaya diri, tanggung jawab, serta kerja sama di antara siswa. Seni adalah sarana pendidikan karakter yang efektif, dan kami berharap Madtsansa Bernada bisa menjadi inspirasi bagi madrasah lain,” imbuhnya.

Sementara itu, Singgih, salah satu penyanyi dalam penampilan perdana ini, mengaku senang sekaligus gugup bisa tampil di episode pertama.

“Awalnya agak deg-degan karena ini pertama kali saya tampil untuk program resmi madrasah dan disiarkan di semua media sosial. Tapi setelah latihan dan dukungan dari Bu Amri, saya jadi lebih percaya diri,” tutur siswa kelas 8A tersebut.

Rekan satu timnya, Yusuf dari kelas 8I, juga merasa bangga bisa menjadi bagian dari tim Madtsansa Bernada.

“Saya tidak menyangka penampilannya bisa viral sampai puluhan ribu penonton. Rasanya senang sekali karena usaha kami tidak sia-sia. Semoga ke depan bisa tampil lagi dengan lagu lain,” ujarnya penuh semangat.

Adapun Alif, siswa termuda dari kelas 7B, mengatakan bahwa pengalaman ini menjadi pelajaran berharga baginya.

“Saya belajar banyak dari Kak Singgih dan Kak Yusuf. Selain bernyanyi, saya juga belajar bagaimana tampil percaya diri di depan kamera. Terima kasih untuk semua yang sudah mendukung kami,” ungkapnya polos namun penuh semangat.

Dengan respon positif dari masyarakat, Madtsansa Bernada diharapkan dapat menjadi agenda rutin dan ajang bergengsi di lingkungan MTsN 1 Banjarnegara. Pihak madrasah juga berencana menampilkan edisi-edisi berikutnya dengan variasi tema dan kolaborasi antar siswa dari berbagai kelas.

Kepala MTsN 1 Banjarnegara pun menyampaikan apresiasi atas kesuksesan perdana program ini. Ia berharap, Madtsansa Bernada dapat menjadi simbol kreativitas dan identitas madrasah yang unggul, tidak hanya dalam akademik tetapi juga dalam seni dan budaya.

Rilisan perdana Madtsansa Bernada tidak hanya membuktikan kualitas talenta muda MTsN 1 Banjarnegara, tetapi juga menjadi bukti bahwa madrasah mampu beradaptasi dengan era digital. Dengan dukungan pembina, guru, serta tim media yang solid, program ini diyakini akan terus berkembang dan memberi warna baru bagi dunia pendidikan di Banjarnegara. (Lin/La)

Skip to content