Banjarnegara (Humas) – Suasana sore di MTs Negeri 1 Banjarnegara pada Rabu (12/11) tampak berbeda dari biasanya. Hampir di seluruh ruang kelas, para siswa sibuk mempersiapkan lomba majalah dinding (Mading) antar kelas yang akan digelar dalam rangka memperingati Hari Pahlawan dan menyambut Deklarasi serta Launching MTs Negeri 1 Banjarnegara sebagai Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) tingkat Kabupaten Banjarnegara.
Kegiatan persiapan berlangsung penuh semangat. Siswa-siswi tampak berkreasi menghias dinding kelas, menempelkan bahan Mading, hingga membuat ornamen-ornamen menarik dari bahan bekas. Tak jarang, mereka saling bekerja sama menaiki tangga, menggunting, mengelem, dan menyusun karya terbaik untuk mewakili kelas masing-masing.
Wakil Kepala Urusan Kesiswaan MTs Negeri 1 Banjarnegara, Ikhsanudin, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas antusiasme siswa dalam kegiatan ini.
“Lomba Mading antar kelas ini bukan hanya ajang kompetisi kreativitas, tetapi juga sarana menumbuhkan semangat kebersamaan, tanggung jawab, dan cinta terhadap lingkungan. Tema yang diangkat sejalan dengan semangat Sekolah Siaga Kependudukan, yaitu menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap isu-isu sosial dan kependudukan,” ujar Ikhsanudin.
Beliau juga menegaskan bahwa kegiatan semacam ini menjadi bagian penting dari pendidikan karakter di madrasah. Melalui lomba Mading, siswa tidak hanya belajar menulis dan berkreasi, tetapi juga belajar berkomunikasi dan berkolaborasi.
Koordinator lomba, Yuliana Rahmanti, turut mengungkapkan rasa bangganya atas semangat para peserta. Menurutnya, sejak pengumuman lomba dipublikasikan pada Senin (10/11), para siswa langsung bergerak cepat untuk mempersiapkan karya.
“Saya sangat terharu melihat antusiasme anak-anak. Mereka benar-benar totalitas. Ada yang membawa bahan dari rumah, ada yang membuat desain layout, dan ada juga yang bertugas mencari informasi untuk isi Mading. Semua bekerja sesuai perannya masing-masing,” ungkap Yuliana.
Ia berharap melalui kegiatan ini, setiap kelas dapat menampilkan hasil terbaik yang tidak hanya indah dipandang, tetapi juga sarat makna dan pesan edukatif.
Salah satu wali kelas yang turut mendampingi kegiatan, Nurwachidin Supriyatno, wali kelas 7D, menuturkan bahwa persiapan lomba ini menjadi momen yang menyenangkan bagi siswanya.
“Anak-anak terlihat kompak sekali. Mereka berdiskusi, membagi tugas, bahkan ada yang rela pulang sore demi menyelesaikan dekorasi. Saya rasa semangat seperti inilah yang perlu terus dijaga. Kegiatan ini bukan hanya lomba, tapi juga ajang menumbuhkan rasa memiliki terhadap kelas dan madrasah,” tutur Nurwachidin.
Di ruang kelas 7H, siswa-siswi terlihat sedang memasang hiasan daun dan batang pohon buatan di pojok kelas. Salah satu siswi, Andini, mengaku senang dapat ikut terlibat langsung dalam proses menghias.
“Seru banget! Kami membuat konsep Mading bertema ‘Pahlawan Lingkungan’. Jadi kami memanfaatkan bahan bekas seperti kardus dan kertas koran untuk hiasannya. Selain keren, juga ramah lingkungan,” ujar Andini dengan semangat.
Ia menambahkan bahwa kerja sama tim menjadi kunci keberhasilan mereka dalam menyelesaikan Mading tepat waktu.
Sementara itu, dari kelas 7F, siswi bernama Devana menceritakan pengalamannya bekerja sama dengan teman-teman sekelas.
“Awalnya agak bingung mau mulai dari mana, tapi setelah dibimbing guru dan teman-teman, kami jadi semangat. Kami membuat bagian artikel, puisi, dan ilustrasi sendiri-sendiri lalu disatukan. Rasanya bangga banget lihat hasilnya mulai terbentuk,” kata Devana.
Tak hanya di kelas 7D, 7H, dan 7F, hampir seluruh kelas di madrasah tampak sibuk dan kompak dalam mempersiapkan hasil karya terbaik. Beberapa guru bahkan ikut membantu memberikan masukan dan motivasi kepada siswa agar hasil yang ditampilkan semakin maksimal.
Menjelang sore hari, aktivitas di setiap kelas masih berlangsung penuh keceriaan. Lantai yang berserakan dengan potongan kertas, cat warna, dan alat tempel menjadi saksi betapa seriusnya siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam berkreasi.
Lomba Mading antar kelas ini dijadwalkan akan dinilai pada Jumat mendatang oleh dewan juri yang terdiri dari guru-guru madrasah dan tim redaksi Buletin Madtsansa. Kriteria penilaian meliputi kreativitas desain, kesesuaian tema, isi dan pesan edukatif, serta kekompakan tim.
Di akhir wawancara, Ikhsanudin kembali menegaskan harapannya agar kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya literasi di lingkungan madrasah.
“Melalui lomba Mading ini, kami ingin menanamkan nilai semangat kepahlawanan, kepedulian terhadap isu kependudukan, dan semangat menulis di kalangan siswa. Semoga dari sini lahir generasi Madtsansa yang cerdas, kreatif, dan berkarakter,” pungkasnya.
Dengan semangat kebersamaan dan kreativitas yang tinggi, lomba Mading antar kelas MTs Negeri 1 Banjarnegara menjadi bukti nyata bahwa semangat Hari Pahlawan dapat diwujudkan melalui karya dan kolaborasi siswa di madrasah tercinta ini. (Fy/La)







