Madtsansa Berpuisi Hadirkan Amira Syifa Nafisa, Siswi Kelas 7B Unggulan Sastra dan Seni

Banjarnegara (Humas) – Senin (8/9), Madtsansa kembali menghadirkan konten unggulan Madtsansa Berpuisi yang akan menjadi salah satu program rutin Madtsansa dalam menumbuhkan minat dan kecintaan siswa terhadap dunia sastra. Pada kesempatan kali ini, giliran Amira Syifa Nafisa, siswi kelas 7B unggulan sastra dan seni, yang tampil membacakan puisi berjudul Entah Sejak Kapan, karya maestro sastra Indonesia, almarhum Sapardi Djoko Damono.

Tampil anggun dengan balutan seragam rapi, Amira dengan penuh penghayatan menyampaikan bait-bait puisi soneta tersebut di depan kamera. Suaranya yang lantang, intonasi terukur, dan ekspresi yang mendalam berhasil menyedot perhatian audiens yang menonton tayangan ini melalui berbagai akun media sosial resmi Madtsansa.

Linara, guru pembimbing kelas unggulan sastra dan seni, menyampaikan kebanggaannya terhadap penampilan Amira. Menurutnya, membaca puisi bukan hanya perkara melafalkan kata, melainkan juga menyampaikan makna dan rasa dari setiap bait yang diciptakan penyair.

“Amira berhasil menghadirkan jiwa puisi dengan sangat baik. Saya melihat bagaimana ia berusaha memahami isi puisi sebelum membacanya, sehingga setiap kata yang keluar terdengar tulus. Itulah inti dari membaca puisi menghidupkan teks hingga penonton merasakan getaran yang sama seperti yang diinginkan penulisnya,” ungkap Linara.

Amira sendiri merasa bangga sekaligus tertantang bisa menjadi bagian dari Madtsansa Berpuisi perdana di semester ini. Meski sempat gugup karena harus tampil di depan kamera, ia mengaku pengalaman ini menjadi langkah awalnya untuk lebih berani berekspresi melalui seni sastra.

“Awalnya saya agak grogi, tapi setelah mulai membaca, rasa gugup itu hilang. Saya senang sekali bisa membacakan karya Eyang Sapardi. Puisinya sederhana tapi sangat dalam. Saya ingin belajar lebih banyak lagi tentang puisi dan sastra, supaya ke depan bisa tampil lebih baik,” ujar Amira usai rekaman.

Sementara itu, Sarno selaku koordinator kelas unggulan sastra dan seni menyampaikan bahwa program Madtsansa Berpuisi adalah wujud nyata komitmen sekolah dalam mengembangkan bakat siswa di bidang seni dan literasi. Dengan menampilkan siswa secara bergantian, diharapkan tumbuh keberanian sekaligus kecintaan generasi muda pada karya sastra Indonesia.

“Kelas unggulan sastra dan seni memang disiapkan untuk mencetak generasi yang memiliki sensitivitas estetika dan kemampuan literasi tinggi. Puisi Sapardi Djoko Damono adalah salah satu karya monumental yang patut dikenalkan kepada siswa. Melalui Madtsansa Berpuisi, kami ingin siswa tidak hanya mengenal, tetapi juga mampu mengapresiasi dan menyampaikan kembali dengan cara yang indah,” kata Sarno.

Apresiasi pun datang dari banyak pihak, termasuk para siswa Madtsansa sendiri. Abilla siswi kelas 8B, mengaku terkesan dengan penampilan juniornya tersebut. Menurutnya, Amira berhasil memberikan nuansa segar sekaligus inspirasi bagi siswa lain.

“Bagus banget, suaranya jelas dan ekspresinya pas. Saya jadi termotivasi untuk berani ikut tampil juga. Kadang kita suka malu kalau harus tampil depan umum, tapi Amira bisa menunjukkan kalau dengan latihan dan percaya diri, kita bisa. Salut banget!” ungkap Abilla.

Konten Madtsansa Berpuisi sendiri akan rutin ditayangkan di seluruh kanal media sosial Madtsansa, mulai dari Instagram, Tiktok Facebook, hingga YouTube. Kehadiran konten ini bukan hanya sekadar ajang unjuk bakat siswa, melainkan juga sarana edukasi publik untuk lebih dekat dengan dunia sastra.

Dengan menampilkan karya-karya penyair besar Indonesia seperti Sapardi Djoko Damono, program ini juga sekaligus menjadi media pelestarian dan pengenalan sastra nasional kepada generasi muda di era digital.

Senin (8/9) menjadi momentum spesial bagi Amira dan seluruh civitas akademika Madtsansa. Dengan penampilan penuh penghayatan, Amira telah menorehkan jejak awal dalam perjalanan panjangnya di dunia sastra. Ke depan, Madtsansa berkomitmen untuk terus menghadirkan konten-konten berkualitas yang menginspirasi, mendidik, dan memupuk kecintaan siswa terhadap seni serta sastra Indonesia. (Fy/La)

Skip to content