Banjarnegara (Humas) – Semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memajukan kaum perempuan terus berdenyut di Kecamatan Mandiraja. Adalah Asih Wahyuni, seorang perempuan tangguh yang menjadi salah satu mustahik produktif dampingan Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Mandiraja, membuktikan bahwa keterbatasan ekonomi bukanlah penghalang untuk berdaya. (21/4/2026)
Melalui program pemberdayaan ekonomi umat, Asih berhasil mengubah wajah kemiskinan menjadi kemandirian. Di tangan dinginnya, olahan tepung menjelma menjadi aneka kue basah yang kini mulai membanjiri pesanan warga sekitar. Tidak hanya itu, ia juga berhasil menyulap lahan tidur di belakang rumahnya menjadi kebun sayur produktif.
Transformasi Mustahik Menuju Muzakki
Feti Sulistiyani, Penyuluh Agama Islam Mandiraja yang melakukan pendampingan intensif menyatakan bahwa bantuan modal yang diberikan bersifat stimulan produktif. Tujuannya jelas: mengubah status dari penerima zakat (mustahik) menjadi pemberi zakat (muzakki) di masa depan.
“Pendampingan yang kami berikan tidak hanya berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada penguatan mentalitas kewirausahaan. Ibu Asih adalah contoh nyata bagaimana modal produktif jika dikelola dengan ketelatenan dapat menghidupkan dapur produksi rumah tangga,” ujar salah satu Penyuluh Agama Islam Mandiraja saat meninjau lokasi usaha.
Ketahanan Pangan Berbasis Keluarga
Inovasi Asih tidak berhenti pada produksi kue basah. Dengan memanfaatkan sejengkal tanah di belakang rumah, ia menanam kangkung, selada, terong, hingga sayuran bernilai gizi tinggi seperti okra. Langkah ini menunjukkan tiga dampak positif sekaligus:
- Kemandirian Pangan: Kebutuhan konsumsi harian keluarga terpenuhi secara organik dari halaman sendiri.
- Nilai Tambah Ekonomi: Hasil panen sayuran menjadi pelengkap dagangan kue atau dijual langsung ke tetangga.
- Lingkungan Asri: Mengubah lahan kumuh menjadi area hijau yang segar dan produktif.
Refleksi “Habis Gelap Terbitlah Terang”
Kisah Asih Wahyuni merupakan manifestasi nyata dari pesan abadi Kartini, “Habis Gelap Terbitlah Terang”. Di era modern ini, cahaya terang tersebut dijemput melalui kreativitas dan kerja keras.
Sosoknya membuktikan bahwa perempuan masa kini mampu menjadi pilar ekonomi keluarga tanpa meninggalkan peran domestiknya. Kegigihan Asih menjadi pesan kuat bagi seluruh perempuan di wilayah Mandiraja bahwa kemandirian bisa dimulai dari hal-hal kecil di sekitar kita.
Melalui sinergi antara bimbingan keagamaan dan pemberdayaan ekonomi melalui para penyuluhnya, diharapkan lahir lebih banyak “Asih Wahyuni” lain yang mampu membawa perubahan nyata bagi keluarga dan lingkungan masyarakat.







