Penyuluhan di MT. Al-Latif, Feti Sulistiyani Ingatkan Kemuliaan Ibu yang Disebut Tiga Kali oleh Rasulullah

Banjarnegara (Humas) — Dalam rangka memperkuat pemahaman keagamaan dan peran sosial perempuan, Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja, Feti Sulistiyani, melaksanakan kegiatan penyuluhan rutin di Majelis Taklim (MT) Al-Latif, Desa Somawangi, Senin (20/4/2026).  Penyuluhan kali ini mengangkat tema mengenai “Keistimewaan Wanita dan Kedudukan Ibu dalam Islam”.

Kegiatan penyuluhan ini merupakan bagian dari program bimbingan masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas spiritual serta ketahanan keluarga di wilayah pedesaan. Feti Sulistiyani membedah secara mendalam bagaimana syariat memberikan penghormatan luar biasa kepada sosok ibu.

Dalam sesi penyuluhan tersebut, Feti Sulistiyani menyampaikan poin utama yang menyentuh hati para jamaah,

“penyuluhan ini penting untuk menyadarkan kita kembali bahwa Islam memuliakan ibu dengan sangat istimewa. Rasulullah saw menyebut kata ‘Ibumu’ sebanyak tiga kali sebagai jawaban atas siapa yang paling berhak mendapatkan bakti kita. Hal ini karena ada tiga pengorbanan yang tidak bisa digantikan oleh siapapun: mengandung, melahirkan, dan menyusui. Oleh karena itu, predikat ini harus dijaga dengan akhlak dan pendidikan anak yang baik” jelasnya.

Lebih lanjut, Feti menjelaskan bahwa melalui penyuluhan ini diharapkan para ibu di Desa Somawangi tidak hanya memahami hak-haknya, tetapi juga menyadari tanggung jawab besar sebagai madrasah pertama bagi putra-putrinya di rumah.

Penyuluhan berjalan dinamis dengan adanya sesi tanya jawab. Para jamaah tampak antusias mendiskusikan berbagai persoalan praktis seputar bimbingan keluarga. Melalui kegiatan ini, peran penyuluh agama diharapkan dapat menjadi jembatan informasi dan solusi keagamaan yang menyejukkan bagi masyarakat luas.

Acara ditutup dengan komitmen bersama untuk terus menghidupkan majelis taklim sebagai wadah belajar dan silaturahmi yang produktif bagi warga Somawangi.

Skip to content