Masih Sehat dan Aktif di Usia 84, Mantap Menikah: “Niat Saya untuk Ibadah”

Banjarnegara (Humas) — Usia 84 tahun bukan penghalang untuk terus menjalani kehidupan dengan semangat. Mbah Miswan, kelahiran 1942, datang ke Kantor Urusan Agama (KUA) Karangkobar, Selasa (28/9/2026), untuk mengurus rekomendasi nikah sebagai bagian dari persiapan pernikahannya.

Kedatangan Miswan disambut hangat oleh jajaran KUA Karangkobar. Sosok pensiunan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) yang pernah mengemban amanah sebagai lurah tersebut masih tampak sehat dan aktif menjalani berbagai kegiatan.

Bahkan setelah memasuki masa pensiun, Miswan tetap memilih untuk beraktivitas dan berdagang. Semangatnya dalam menjalani kehidupan di usia senja menjadi perhatian tersendiri bagi Penyuluh Agama Islam KUA Karangkobar, Duwi Rohmah.

“Saya masih diberi kesehatan. Selama masih kuat, ya tetap beraktivitas. Jangan hanya diam,” tutur Miswan dengan penuh semangat.

Di tengah perbincangan, Miswan juga menceritakan secara sederhana bagaimana dirinya berkenalan dengan calon istrinya. Pertemuan yang tidak direncanakan tersebut kemudian berlanjut hingga keduanya mantap untuk melangkah ke jenjang pernikahan.

Bagi Miswan, keputusan menikah di usia senja bukan semata-mata tentang menemani hari-hari ke depan. Ada niat yang lebih utama, yaitu menjalankan pernikahan sebagai bagian dari ibadah.

“Niat saya menikah untuk ibadah. Kalau Allah masih memberikan kesempatan dan kesehatan, saya ingin menjalani kehidupan ini dengan baik,” ungkapnya.

Duwi Rohmah mengaku terkesan dengan semangat Mbah Miswan yang tetap sehat dan aktif di usianya yang telah menginjak 84 tahun.

“Yang menginspirasi bukan hanya usia beliau, tetapi semangatnya. Di usia 84 tahun beliau masih sehat, aktif, dan tetap memiliki semangat untuk menjalani kehidupan. Ditambah lagi, beliau memandang pernikahan sebagai bagian dari ibadah,” ujar Duwi.

Kepala KUA Karangkobar, H. Amat Maskuri, turut memberikan doa dan harapan agar niat baik tersebut dimudahkan.

“Semoga Mbah Miswan senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan, dan keberkahan. Semoga niat beliau untuk menikah sebagai ibadah dimudahkan Allah dan pernikahannya nanti membawa kebahagiaan, ketenteraman, serta keberkahan,” tutur H. Amat Maskuri.

Kisah Miswan menjadi pengingat bahwa setiap usia memiliki kesempatan untuk terus berbuat baik dan menata kehidupan. Selama kesehatan dan kesempatan masih diberikan Allah SWT, semangat untuk menjalani kehidupan dengan penuh syukur dan niat ibadah tetap dapat dijaga.

KUA Karangkobar hadir bukan sekadar melayani urusan pernikahan, tetapi juga menyambut setiap niat baik masyarakat dengan pelayanan, doa, dan penghormatan.