Melacak Sejarah Puisi Merayakan Bulan Bahasa Madtsansa

Banjarnegara – Acara Peluncuran dan Bedah Buku Brainstorming sukses dilaksanakan Selasa (26/10), bertempat di MTs Negeri 1 Banjarnegara. Acara ini merupakan apresiasi atas berhasilnya siswa kelas menulis membuat buku antologi puisi.

Acara dihadiri oleh Plh Bupati Banjarnegara, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banjarnegara, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kabupaten Banjarnegara, dan beberapa pejabat lain, acara ini mendapat apresiasi yang baik.

Sebanyak 35 siswa kelas menulis sukses membukukan karya puisinya dalam buku berjudul Brainstorming. Dibimbing oleh Sarno dan Arbangi, kelas menulis akan terus menghasilkan karya-karya yang luar biasa. Menghadirkan Khanafi, alumni Unsoed Purwokerto  yang membedah buku Brainstorming.

Khanafi merupakan penggiat sastra yang karyanya sudah banyak dimuat di beberapa media massa. Dengan pengetahuannya tentang sastra yang luas, beliau dipercaya untuk membedah buku Brainstrorming, karya pertama siswa kelas menulis MTs Negeri 1 Banjarnegara.

Diawali dengan menyampaikan sejarah sisngkat sastra di dunia dan Indonesia, Khanafi membius pesertra bedah buku.  “Sebelum saya membedah, saya akan membius teman-teman terlebih dahulu. Karena jika dibedah tanpa dibius itu rasanya sakit,” canda Khanafi diikuti tawa peserta.

Khanafi juga menyampaikan makalahnya berjudul “Pembacaan Buku Antologi Puisi Brainstorming: Melacak Sejarah Puisi, Merayakan Bulan Bahasa MTs N 1 Banjarnegara”. Makalahnya, berisi sejarah singkat sastra di seluruh dunia sampai pada materi bedah buku Brainstorming.

Rasa kagum disampaikan Khanafi kepada para siswa MTs Negeri 1 Banjarnegara yang pada usia menginjak remaja sudah pandai berpuisi. Dia juga mengutip beberapa puisi siswa kelas menulis MTs Negeri 1 Banjarnegara. Siswa kelas menulis ini menyalurkan emosi melalui sastra. “Ada beberapa anak yang memang suka menulis, namun ada beberapa yang memang baru pernah menulis seperti Firza,” tuturnya.

Firza, salah satu siswa kelas menulis menyampaikan menulis puisi ini merupakan pengalaman pertamanya.  

“Sebenarnya saya punya idola dalam menulis puisi yanti Firsa Besari. Nah saya terinspirasi dari karya-karyanya yang membuat saya suka menulis puisi,” ungkap Firza dilanjutkan pembacakaan salah satu puisi ciptaannya.

Harapan Khanafi adalah buku Brainstorming ini bukan sekadar sebagai monumen ingatan saja, tetapi sebagai nyala api yang selalu ada di hati dan benak mereka. Selain itu, Khanafi juga berharap siswa kelas menulis ini untuk terus semangat mencintai bahasa, memikirkan kata, dan mengekspresikannya melalui karya sastra seperti puisi, cerpen, bahkan novel.  (Rin/Mnh)