Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan terus memperkuat pembinaan spiritual masyarakat melalui Penyuluh Agama Islam (PAI). Upaya strategis ini kembali terwujud dalam sebuah kegiatan bimbingan dan penyuluhan yang mendalam di Majelis Taklim (MT) Baitul Na’im Tedunan Pagentan, pada Kamis (20/11/2025). Sebanyak 24 anggota majelis taklim hadir dengan antusiasme tinggi untuk mendengarkan paparan kunci kesuksesan abadi.
Dipimpin langsung oleh M. Syaiful Abidin, PAI KUA Pagentan, acara yang berlangsung khidmat di Gedung TPQ Baitul Na’im ini mengangkat tema krusial: “Tafsir Surat Al-‘Ashr: Orang yang Sukses pada Diri dan Orang Lain.” Syaiful Abidin menekankan bahwa surat pendek Al-Qur’an ini adalah cetak biru (blueprint) komprehensif untuk menghindari ‘khusr’ (kerugian) yang abadi, baik di dunia maupun di akhirat.
Dalam inti paparannya, Syaiful Abidin mengurai empat pilar fundamental yang digariskan Surat Al-‘Ashr. Ia menjelaskan bahwa keselamatan sejati tidak cukup hanya dengan dua pilar pertama, yaitu: Iman yang Kuat dan Beramal Saleh.
“Bukan hanya menjadi orang baik, tapi juga harus menjadi agen kebaikan. Itulah mengapa Allah menambahkan dua pilar sosial: tawaushau bil-haq (saling menasihati dalam kebenaran) dan tawaushau bis-shabr (saling menasihati dalam kesabaran),” tegas Syaiful.
Lebih lanjut, ia mendorong peserta untuk menggeser paradigma sukses dari pencapaian individu semata menjadi sukses kolektif. Konsep tawaushau menunjukkan bahwa seorang Muslim memiliki tanggung jawab sosial untuk secara aktif membangun “jaringan penyelamat” dengan mengajak sesama kepada petunjuk yang benar dan memberikan dukungan moral (kesabaran) ketika menghadapi kesulitan dan tantangan hidup.
“Kesuksesan sejati dalam pandangan Al-‘Ashr adalah ketika kita tidak hanya menyelamatkan diri sendiri dari kerugian waktu, tetapi juga menjadi sebab keselamatan bagi orang lain. Inilah yang kita sebut sebagai sukses dunia dan akhirat,” imbuhnya.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak majelis taklim. Triana, Ketua MT Baitul Na’im sekaligus Kepala Dusun Tedunan, menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas bimbingan tersebut.
“Tema ini sangat menyentuh dan menjadi pengingat bagi kami semua. Kami sangat mengapresiasi upaya PAI KUA Pagentan. Pengingat bahwa kesuksesan sejati diukur dari manfaat kita bagi orang lain adalah pelajaran yang tak ternilai,” kata Triana.
Triana berharap esensi dari Surat Al-‘Ashr ini dapat terinternalisasi dalam kehidupan sehari-hari anggota MT, mendorong mereka untuk semakin aktif dalam kebaikan, saling menguatkan keimanan, dan menjadi pilar kebenaran serta kesabaran di lingkungan komunitas Tedunan. Kegiatan ini sekali lagi menegaskan posisi strategis PAI dalam peningkatan kualitas spiritual dan pembangunan karakter sosial masyarakat Banjarnegara.
(msa/ azd)







