Banjarnegara (Humas) – Suasana khidmat namun hangat menyelimuti kediaman Indriani, salah satu tokoh Kader Kesehatan Desa Gumingsir, pada Rabu (28/1/2025). Pertemuan rutin para kader kesehatan kali ini terasa berbeda karena menghadirkan narasumber dari sisi spiritual, yakni Alfiana, Penyuluh Agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Pagentan.
Mengangkat tema “Kesehatan sebagai Amanah: Mewujudkan Generasi Sehat dan Berakhlak di Desa Gumingsir”, Alfiana menyampaikan pesan-pesan mendalam tentang bagaimana agama memandang pentingnya menjaga kesehatan fisik sebagai bagian dari bentuk syukur kepada Sang Pencipta.
Dalam paparannya, Alfiana menekankan bahwa tugas seorang kader kesehatan sangatlah mulia karena membantu sesama menjaga “titipan” Allah Swt berupa tubuh yang sehat. Ia mengaitkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dengan kaidah-kaidah kebersihan dalam Islam.
“Menjaga kesehatan bukan hanya soal urusan medis, tapi itu adalah kewajiban agama. Tubuh kita adalah amanah dari Allah. Jika kita merawatnya dengan makan makanan yang halalan thayyiban dan menjaga kebersihan lingkungan, itu bernilai ibadah yang luar biasa,” tutur Alfiana di hadapan para kader yang hadir.
Acara ini juga dihadiri oleh Bidan Desa Gumingsir, Erlina Fiji Hartati. Kehadiran penyuluh agama dan tenaga kesehatan dalam satu panggung ini merupakan bentuk kolaborasi lintas sektor yang sangat efektif. Sementara Erlina memberikan edukasi dari sisi medis dan teknis kesehatan, Alfiana memberikan penguatan dari sisi motivasi spiritual.
Bidan Erlina Fiji Hartati menyambut baik materi yang disampaikan. Menurutnya, pendekatan agama seringkali lebih efektif untuk menyentuh hati warga agar mau mengubah pola hidup menjadi lebih sehat, termasuk dalam upaya pencegahan stunting dan pemantauan kesehatan lansia.
“Kami sangat terbantu dengan kehadiran Ibu Alfiana. Terkadang, warga lebih mendengar jika dalil agama yang berbicara. Kolaborasi ini membuat program kesehatan di Desa Gumingsir memiliki pondasi yang lebih kuat, baik secara jasmani maupun rohani,” ujar Erlina Fiji Hartati.
Indriani, selaku tuan rumah dan kader senior, mengungkapkan bahwa pertemuan rutin kali ini memberikan nutrisi batin bagi para kader yang biasanya hanya bergelut dengan data dan timbangan. Sebanyak 25 kader kesehatan tampak antusias menyimak, bahkan diskusi berkembang hingga tema pengasuhan anak secara Islami yang mendukung tumbuh kembang fisik (anti-stunting).
Pertemuan rutin ini ditutup dengan doa bersama untuk kesejahteraan warga Desa Gumingsir. Diharapkan, melalui sentuhan rohani dari Alfiana, para kader memiliki semangat baru (ruhul jihad) dalam melayani masyarakat, karena mereka menyadari bahwa setiap langkah yang diambil untuk kesehatan warga adalah investasi pahala di akhirat.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Desa Gumingsir kembali membuktikan bahwa sinergi antara penyuluh agama dan tenaga kesehatan adalah kunci untuk menciptakan masyarakat yang kuat, tangguh, dan religius.
(an/azd)







