Banjarnegara (Humas) – Gema sholawat dan antusiasme pemuda memenuhi Serambi Masjid Nurul Hidayah, Dusun Sidadi, Desa Gumingsir, pada Rabu sore (28/1/2025). Suasana dingin khas pegunungan Pagentan seolah luruh oleh hangatnya ukhuwah dalam kegiatan rutin remaja masjid yang kali ini menghadirkan sosok inspiratif, Alfiana, Penyuluh Agama Islam dari KUA Pagentan.
Kegiatan yang bertepatan dengan momentum sakral dalam kalender Hijriah ini mengusung tema yang menggugah jiwa: “Nisfu Sya’ban: Momentum Transformasi Spiritual dan Mempererat Ukhuwah Pemuda di Era Digital”. Fokus utama dari penyuluhan ini adalah mengajak generasi muda Dusun Sidadi untuk berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia maya dan kembali menata niat di malam yang penuh ampunan.
Dalam tausiyahnya, Alfiana menjelaskan bahwa Nisfu Sya’ban bukan sekadar tradisi, melainkan terminal transit untuk mengevaluasi bekal menuju bulan suci Ramadhan. Ia menekankan bahwa remaja masjid memiliki peran krusial sebagai agen perubahan di desa, sehingga kualitas spiritual mereka harus terus diasah.
“Malam Nisfu Sya’ban adalah waktu di mana catatan amal kita diangkat ke hadirat Allah Swt. Sebagai pemuda, inilah saat terbaik untuk melakukan ‘instal ulang’ niat dan memohon ampunan. Jangan sampai catatan kita penuh dengan kesia-siaan, namun hiasilah dengan semangat perbaikan diri dan pengabdian kepada umat,” ujar Alfiana dengan penuh semangat di hadapan puluhan anggota Remaja Masjid Nurul Hidayah.
Alfiana juga mengingatkan agar para remaja tidak terjebak dalam euforia sesaat, melainkan menjadikan malam tersebut sebagai titik balik untuk lebih disiplin dalam ibadah dan lebih santun dalam bermasyarakat.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pengurus takmir setempat. Dwi Purwadi, selaku Ketua Takmir Masjid Nurul Hidayah, hadir langsung memantau jalannya kegiatan. Beliau mengaku bangga melihat anak-anak muda dusun masih mau meramaikan masjid dengan kegiatan yang positif dan edukatif.
Dalam sambutannya, Dwi Purwadi berharap kehadiran penyuluh agama seperti Alfiana dapat dilakukan secara berkala untuk membentengi moral remaja dari dampak negatif perkembangan zaman.
“Kami sangat berterima kasih kepada Ibu Alfiana yang telah sudi berbagi ilmu di dusun kami yang terpencil ini. Remaja adalah aset paling berharga milik Masjid Nurul Hidayah. Harapan kami, melalui siraman rohani di malam Nisfu Sya’ban ini, anak-anak muda kita semakin cinta masjid dan memiliki karakter islami yang kuat di tengah gempuran zaman,” ungkap Dwi Purwadi.
Acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif yang membahas seputar praktik ibadah di bulan Sya’ban dan tips menjaga istiqamah bagi pemuda. Suasana di serambi masjid tampak hidup ketika beberapa remaja melontarkan pertanyaan mengenai cara menyeimbangkan antara hobi dan kewajiban agama.
Pertemuan rutin ini ditutup dengan pembacaan doa bersama, memohon keberkahan umur, rezeki, dan ketetapan iman. Dengan berakhirnya acara ini, diharapkan Remaja Masjid Nurul Hidayah Dusun Sidadi tidak hanya siap menyambut Ramadhan secara fisik, tetapi juga siap secara mental dan spiritual.
(an/azd)







