Banjarnegara (Humas) – Keluarga besar Madrasah Tsanawiyah Negeri 3 Banjarnegara (Megabara) menggelar do’a bersama dalam rangka mengawali proses pembangunan masjid madrasah yang diberi nama Darul Ulum pada hari Rabu, (13/05/26). Do’a bersama ini diikuti oleh Kepala Madrasah, seluruh dewan guru dan karyawan, perwakilan komite madrasah dan panitia pembangunan masjid dari unsur wali murid. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini bertempat di indoor madrasah pada pukul 13.00 waktu setempat.
Tujuan dari do’a bersama ini tak lain untuk memohon kelancaran, keselamatan, dan keberkahan dalam pembangunan masjid Darul Ulum Megabara.
Kepala Madrasah, Natir, memberikan sambutan dan pengarahan sekilas sebelum kegiatan dimulai. Beliau menuturkan bahwa pembangunan masjid ini merupakan cita-cita lama. Insha Allah sebentar lagi akan mulai terealisasi berkat dukungan dan sumbangsih dari berbagai pihak. Beliau mengajak kepada semua tim untuk terus menjaga kekompakan demi mewujudkan rumah Allah ini dan berharap masjid ini bisa menjadi investasi dunia dan akhirat bagi kita semua.
“Kami sangat berharap, masjid ini nantinya tidak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga bisa dimanfaatkan untuk belajar ilmu agama, pembinaan mental dan spiritual murid sekaligus pusat peradaban murid sesuai namanya Darul Ulum yang berarti rumah ilmu, pusat ilmu, dan gudang ilmu. Tak lupa, kami sampaikan terima kasih kepada semua tim yang sudah menginisiasi pembangunan masjid ini,” jelasnya.
Dengan selalu memohon pertolongan Allah SWT demi lancarnya pembangunan masjid ini, Kepala Madrasah memberikan potongan tumpeng kepada Ketua Komite sebagai simbol resmi dimulainya penyerahan dan pembangunan masjid Darul Ulum kepada segenap tim. Momen penuh makna ini mencerminkan harapan, kebersamaan, serta komitmen seluruh warga madrasah juga segenap tim dalam mendukung sarana ibadah murid yang lebih nyaman, aman, dan representatif.
Suhadi, selaku ketua panitia pembangunan masjid mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donator, orang tua, guru, dan semua pihak yang turut berkontribusi baik berupa materi, tenaga, maupun do’a.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan sumbangsih demi berdirinya masjid Darul Ulum. Kami menyadari perjalanan ini masih panjang. Maka dari itu, kami tetap mengharap bantuan semuanya untuk terus mendukung perjuangan ini. semoga setiap rupiah dan tetes keringat yang telah dikeluarkan akan menjadi saksi dan menjadi amal jariyah yang tidak akan terputus sampai kapanpun,“ ucapnya.
Beliau menambahkan, dana yang sudah terkumpul berjumlah Rp. 107.000.000,- dengan estimasi total biaya Rp. 1.551.129.000,-. Semua dana masuk dan keluar sudah disampaikan atau dilaporkan secara transparan. “Ini menjadi peluang emas bagi kaum muslimin yang ingin berinfaq dan berjariyah. Terlebih ini adalah masjid madrasah yang akan menjadi pusat peradaban murid, pusat kegaiatn ibadah juga pembinaan akhlak murid. Setiap kali kebaikan-kebaikan dilaksanakan di masjid ini, maka pahalanya juga akan terus mengalir,“ tambahnya.
Do’a munajat dipimpin oleh Fathudin. Momen ini membawa suasana menjadi Khudhu’ wa Khusyu. Dengan senantiasa mengharap Ridlo Allah SWT, semoga semua proses pembangunan masjid Darul Ulum dimudahkan, dilancarkan, dan tidak ada kendala yang berarti. Aamiin ya Rabbal’alamin. (fn)







