Banjarnegara (Humas) – Suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti kediaman Kepala Dusun (Kadus) 2 Desa Gumingsir pada Sabtu siang (4/4). Puluhan ibu-ibu yang tergabung dalam kelompok binaan PKK Desa Gumingsir berkumpul dengan antusias untuk mengikuti kegiatan penyuluhan agama. Pertemuan rutin ini menjadi istimewa karena mengangkat tema yang sangat dekat dengan kehidupan bermasyarakat, yakni keutamaan silaturahmi.
Hadir sebagai narasumber utama, Alfiana Nurhidayah, seorang penyuluh agama yang dikenal aktif memberikan bimbingan di wilayah Pagentan. Kegiatan yang dimulai tepat pukul 14.00 WIB ini juga dihadiri langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Desa Gumingsir, Endang Tri Mastuti, beserta jajaran pengurus lainnya.
Dalam penyampaiannya, Alfiana Nurhidayah menekankan bahwa silaturahmi dalam Islam bukan hanya sekadar pertemuan fisik atau berbincang santai. Lebih dari itu, silaturahmi merupakan kunci pembuka pintu rezeki dan sarana untuk memperpanjang usia dalam bentuk keberkahan amal jariyah.
“Silaturahmi adalah jembatan hati. Di tengah kesibukan kita sebagai ibu rumah tangga maupun penggerak masyarakat, meluangkan waktu untuk duduk bersama seperti ini adalah ibadah. Dengan menjaga hubungan baik antarsesama, kita sebenarnya sedang mengundang rida Allah untuk menurunkan ketenteraman di lingkungan desa kita,” ujar Alfiana di sela-sela materinya.
Ia juga menambahkan bahwa di era digital saat ini, tantangan menjaga kerukunan semakin besar. Seringkali, pesan singkat di media sosial justru memicu kesalahpahaman. Oleh karena itu, pertemuan tatap muka di kelompok PKK menjadi sangat krusial untuk meluruskan komunikasi dan mempererat solidaritas.
Ketua TP PKK Desa Gumingsir, Endang Tri Mastuti, memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pembinaan rohani bagi ibu-ibu PKK sangat penting agar program-program pemberdayaan masyarakat dapat berjalan selaras dengan nilai-nilai spiritual.
“Kami sangat berterima kasih atas bimbingan yang diberikan. Bagi kami di PKK, silaturahmi adalah modal utama. Jika hubungan antarwarga sudah harmonis dan saling dukung, maka program desa apa pun, mulai dari kesehatan hingga ekonomi keluarga, pasti akan lebih mudah kita laksanakan bersama-sama,” ungkap Endang Tri Mastuti.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan adanya sesi tanya jawab. Para peserta tampak khidmat menyimak penjelasan mengenai adab bersilaturahmi, mulai dari cara bertamu hingga pentingnya saling memaafkan. Harapannya, melalui penyuluhan ini, ibu-ibu PKK tidak hanya menjadi agen perubahan dalam hal kesejahteraan keluarga, tetapi juga menjadi pelopor kedamaian dan kerukunan di lingkungannya masing-masing.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan untuk seluruh warga Desa Gumingsir agar senantiasa dalam lindungan-Nya dan dijauhkan dari segala bentuk perpecahan. Dengan berakhirnya kegiatan ini, semangat silaturahmi diharapkan terus bergaung dalam interaksi sehari-hari warga Dusun 2 dan sekitarnya.
(an/azd)







