MEMULAI AMANAH BARU, PENGURUS OMIMA MIMAU SIAP TEBAR KEBAIKAN

Banjarnegara — Amanah baru resmi disandang para pengurus Organisasi Murid Intra Madrasah (OMIMA) MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo Masa Bakti 2026/2027 setelah dilantik dalam upacara yang dilaksanakan pada (1/9/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum bagi para murid terpilih untuk memulai tugas dan tanggung jawabnya sebagai bagian dari organisasi murid di lingkungan madrasah. Bukan sekadar mengenakan atribut kepengurusan, mereka juga membawa tanggung jawab untuk ikut menciptakan lingkungan madrasah yang positif.

Rangkaian inti pelantikan diawali dengan pembacaan Surat Keputusan Kepala Madrasah tentang Pengangkatan Pengurus OMIMA Masa Bakti 2026/2027 oleh Nuri Fatimah selaku pembina sekaligus koordinator bidang kesiswaan. Para pengurus kemudian maju untuk mengikuti pembacaan ikrar atau janji pengurus, sebelum akhirnya dilantik dan dikukuhkan oleh Kepala Madrasah selaku Pembina Upacara.

Penyematan rompi secara simbolis kepada Ketua OMIMA menjadi salah satu momen yang menandai dimulainya amanah kepengurusan baru. Prosesi kemudian dilengkapi dengan penandatanganan Berita Acara Pelantikan.

Kepala Madrasah MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo, Wahyul Khomisah, berharap para pengurus mampu menjadikan kepercayaan yang diberikan sebagai kesempatan untuk berbuat dan memberikan manfaat.

“Jalankan amanah ini dengan sungguh-sungguh. Jangan melihat jabatan sebagai sesuatu yang hanya membanggakan, tetapi jadikan sebagai kesempatan untuk belajar dan memberikan manfaat bagi teman-teman serta madrasah,” pesan Wahyul Khomisah.

Nuri Fatimah juga menyampaikan harapannya agar pengurus OMIMA mampu menjadi penggerak kegiatan positif di madrasah.

“Kami berharap anak-anak tidak hanya aktif ketika ada kegiatan atau program organisasi, tetapi juga mampu menjadi contoh dalam keseharian. Mulai dari kedisiplinan, kebersihan, kesantunan, kepedulian, hingga semangat membantu teman,” ungkap Nuri Fatimah.

Menurutnya, keberhasilan OMIMA tidak hanya dilihat dari banyaknya kegiatan yang terlaksana, tetapi juga dari perubahan positif yang dapat dirasakan oleh murid dan lingkungan madrasah.

“OMIMA yang baik adalah OMIMA yang mampu menghadirkan manfaat. Tidak harus selalu membuat kegiatan besar. Hal-hal sederhana yang dilakukan dengan konsisten, ikhlas, dan penuh tanggung jawab juga merupakan bentuk kepemimpinan,” tambahnya.

Setelah seluruh rangkaian pelantikan, upacara dilanjutkan dengan amanat Pembina Upacara, menyanyikan Mars MI dan Bagimu Negeri, pembacaan doa, serta laporan bahwa upacara telah selesai.

Kini, perjalanan kepengurusan OMIMA Masa Bakti 2026/2027 resmi dimulai. Harapannya, para pengurus mampu menjaga kepercayaan, bekerja bersama, dan menghadirkan semangat baru untuk kemajuan madrasah.

Dari MIMAU, dari ruang belajar yang sederhana, semoga tumbuh pemimpin-pemimpin kecil yang besar dalam tanggung jawab, kuat dalam karakter, dan luas dalam memberi manfaat. (NF)