Banjarnegara (Humas) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Wanadadi kembali menggelar kegiatan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Klasikal bagi calon pengantin pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di Aula KUA Wanadadi ini diikuti oleh sejumlah calon pengantin yang akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat.
Bimwin ini menghadirkan dua pemateri, yaitu Soif Toif dan Namyroh Ndaruwati, yang memberikan berbagai materi penting sebagai bekal membangun rumah tangga yang kokoh dan harmonis.
Dalam materinya, Soif Toif menyampaikan tentang persiapan pernikahan sebagai langkah awal membangun keluarga yang berkualitas. Ia menegaskan bahwa pernikahan bukanlah akhir dari perjalanan hidup, melainkan awal dari fase kehidupan baru yang penuh tanggung jawab.
“Pernikahan merupakan fase kehidupan, bukan terminal. Setelah akad, justru perjalanan panjang rumah tangga dimulai. Karena itu, pasangan suami istri harus siap menjalani proses kehidupan bersama dengan penuh kesabaran dan komitmen,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa akad nikah merupakan bentuk ibadah kepada Allah Swt, yang memiliki tujuan menegakkan syariat-Nya serta membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Menurutnya, jodoh merupakan takdir yang telah ditentukan Allah, namun manusia tetap harus berikhtiar dengan mempersiapkan diri secara matang sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
“Jodoh memang takdir Allah, tetapi pernikahan yang bahagia membutuhkan ikhtiar, kesiapan, dan kesungguhan dalam menjaga komitmen rumah tangga,” tambahnya.
Pada sesi berikutnya, Namyroh Ndaruwati menyampaikan materi tentang kesehatan reproduksi manusia dan cara menjaganya. Ia menjelaskan bahwa pemahaman mengenai kesehatan reproduksi sangat penting bagi pasangan suami istri agar mampu menjaga kesehatan diri, merencanakan keluarga, serta melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat, menjaga kebersihan organ reproduksi, serta memiliki kesadaran bersama antara suami dan istri dalam menjaga kesehatan keluarga.
“Kesehatan reproduksi bukan hanya persoalan biologis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kualitas keluarga dan menyiapkan generasi yang sehat dan kuat,” jelasnya di hadapan para peserta.
Kegiatan Bimwin berlangsung dengan suasana interaktif. Para calon pengantin terlihat antusias mengikuti materi serta aktif berdiskusi mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan kehidupan rumah tangga yang akan mereka jalani.
Melalui kegiatan ini, KUA Wanadadi berharap para calon pengantin memiliki bekal pengetahuan, kesiapan mental, dan pemahaman agama yang lebih matang sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Sebagaimana semangat pembinaan keluarga yang terus digalakkan oleh Kementerian Agama, kegiatan Bimwin diharapkan mampu melahirkan keluarga-keluarga yang kokoh, harmonis, serta menjadi pondasi lahirnya generasi yang berakhlak mulia.
“Melalui bimbingan perkawinan ini diharapkan para calon pengantin dapat membangun rumah tangga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah serta menjadi keluarga yang mampu memberi manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan agama,” pungkasnya.
(NN/azd)







