Banjarnegara – Kegiatan pembiasaan pagi di MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) kembali terlaksana dengan penuh khidmat pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini diawali dengan pelaksanaan salat Dhuha berjamaah yang dilanjutkan dengan salat Hajat. Setelah itu, seluruh murid bersama-sama melafalkan Asmaul Husna dengan penuh kekhusyukan.
Usai rangkaian ibadah tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan kultum (kuliah tujuh menit) yang menjadi salah satu program pembinaan karakter religius di madrasah. Program kultum ini dilaksanakan secara rutin setiap hari dengan melibatkan murid sebagai penyampai materi. Para petugas kultum berasal dari murid kelas atas, yaitu kelas 6A, 6B, 5A, 5B, 4A, dan 4B yang secara bergiliran menyampaikan kultum kepada adik-adik kelasnya, mulai dari kelas 3A, 3B, 2A, 2B, 1A, 1B hingga 1C. Setelah seluruh kelas bawah mendapatkan giliran, maka jadwal kultum kembali berputar kepada murid kelas atas.
Pada kesempatan kali ini, kultum disampaikan oleh Ananda Lintang Anugrah Ramadhan murid kelas 6A dengan bimbingan guru pendamping Rio Fauzan Ikhlas Purnomo. Dalam kultumnya, Lintang mengangkat tema “Nuzulul Qur’an”, yaitu peristiwa turunnya Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi umat manusia.
Dalam penyampaiannya, Lintang menjelaskan bahwa Nuzulul Qur’an merupakan peristiwa penting dalam sejarah Islam, ketika Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira. Ia juga mengajak seluruh murid untuk semakin mencintai Al-Qur’an dengan cara rajin membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungannya dalam kehidupan sehari-hari.
“Sebagai umat Islam, kita harus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Dengan membaca dan mengamalkannya, insyaAllah hidup kita akan lebih baik,” ungkap Lintang di hadapan para murid.
Para murid tampak menyimak dengan penuh perhatian kultum yang disampaikan. Kehadiran guru pendamping juga memberikan motivasi serta arahan agar murid dapat menyampaikan materi dengan baik dan percaya diri.
Melalui kegiatan kultum rutin ini, MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo terus berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman serta melatih keberanian murid dalam berbicara di depan umum. Kegiatan ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter religius, berakhlak mulia, dan mampu menyebarkan kebaikan kepada sesama. (NF)







