Latih Percaya Diri, Murid Kelas 1C Sampaikan Kultum tentang Keutamaan Salat Berjamaah

Banjarnegara – Kegiatan pembiasaan pagi di MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) kembali berlangsung dengan penuh khidmat pada Senin, 9 Maret 2026. Rangkaian kegiatan diawali dengan pelaksanaan salat Dhuha berjamaah yang dilanjutkan dengan salat Hajat, kemudian seluruh murid bersama-sama melafalkan Asmaul Husna. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan kultum (kuliah tujuh menit) yang menjadi salah satu program pembiasaan keagamaan di madrasah.(9/3)

Program kultum di MIMAU dilaksanakan setiap hari dengan melibatkan murid sebagai penyampai materi. Para petugas kultum berasal dari murid kelas atas secara bergiliran, yaitu kelas 6A, 6B, 5A, 5B, 4A, dan 4B yang menyampaikan materi kepada adik-adik kelasnya, mulai dari kelas 3A, 3B, 2A, 2B, 1A, 1B hingga 1C. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih keberanian murid dalam berbicara di depan umum agar lebih percaya diri sekaligus menanamkan nilai-nilai keislaman sejak dini.

Pada kesempatan kali ini, kultum disampaikan oleh Ananda Zafira Adeeva Sakhi, siswi kelas 1C. Dengan penuh percaya diri, Adeeva panggilan akrabnya menyampaikan kultum bertema “Keutamaan Salat Berjamaah” dengan didampingi guru kelas Nuri Fatimah.

Dalam penyampaiannya, Adeeva menjelaskan bahwa salat berjamaah memiliki banyak keutamaan dibandingkan salat sendirian. Salah satu keutamaan tersebut adalah mendapatkan pahala yang berlipat ganda. Ia juga mengajak teman-temannya untuk selalu melaksanakan salat berjamaah, baik di rumah bersama keluarga maupun di masjid bersama masyarakat.

“Salat berjamaah membuat kita lebih semangat beribadah dan mempererat kebersamaan antar sesama muslim,” tutur Adeeva di hadapan teman-temannya.

Para murid tampak menyimak dengan baik kultum yang disampaikan. Guru-guru yang mendampingi kegiatan juga memberikan apresiasi atas keberanian dan semangat Adeeva dalam menyampaikan pesan-pesan kebaikan kepada teman-temannya.

Melalui kegiatan kultum rutin ini, diharapkan para murid MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo tidak hanya terbiasa menjalankan ibadah, tetapi juga mampu menjadi generasi yang berani berdakwah, memiliki akhlak mulia, serta menanamkan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan pembiasaan pagi yang diisi dengan salat Dhuha, salat Hajat, lantunan Asmaul Husna, serta kultum ini menjadi salah satu upaya madrasah dalam membentuk karakter religius dan menumbuhkan kecintaan murid terhadap ajaran Islam sejak usia dini.

“terimakasih mba Adeeva, sudah berusaha menghafalkan dan menampilkan yang terbaik dengan penuh percaya diri, semoga kedepannya lebih baik lagi,” Ungkap Nuri Fatimah guru kelas 1C yang melatih sekaligus mendampingi saat penyampaian kultum. (NF)

Skip to content