Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Rakit, Sodikin menggelar penyuluhan kepada PKH Kelompok 1C Desa Situwangi yang didampingi Haryadi pada Kamis (3/9/2026)
Kegiatan diadakan setiap sebulan sekali, kali ini dirumah Maryam dihadiri 20 peserta ibu-ibu penerima manfaat. Sodikin menekankan pentingnya disiplin dalam mengatur keuangan rumah tangga. “Uang itu titipan Allah. Kita akan ditanya bagaimana cara mendapatkannya dan bagaimana membelanjakannya. Maka harus bijak dan tidak boros,” buka Sodikin.
Dalam penyuluhannya, ia menyampaikan 3 langkah agar anggaran belanja lebih tepat. Pertama, buat daftar kebutuhan pokok. “Tulis dulu apa yang paling penting: beras, lauk, susu anak, biaya sekolah, dan kesehatan. Belanja sesuai daftar, jangan tergoda diskon yang tidak perlu.” Terangnya.
Kedua, catat pemasukan dan pengeluaran. “Walau sederhana, catat di buku atau HP. Dari situ kita tahu uang banyak habis di mana. Kalau 50% habis untuk jajan, berarti harus dikurangi.” Jelasnya.
Ketiga, sisihkan untuk tabungan dan sedekah. “Jangan menunggu sisa. Sisihkan di awal 5-10%. Untuk tabungan pendidikan anak dan untuk sedekah. Harta yang disedekahkan tidak berkurang, justru Allah lipatgandakan.” Tegasnya.
Sodikin juga mengingatkan agar tidak menggunakan bantuan PKH untuk hal konsumtif. “Jangan untuk beli pulsa besar, rokok, atau bayar cicilan yang tidak produktif. Gunakan untuk gizi anak, kesehatan ibu hamil, dan pendidikan. Itu tujuan utama PKH.” Tambahnya.
Pendamping PKH, Wahyu, menambahkan bahwa pengelolaan yang baik akan membantu keluarga keluar dari kemiskinan. “Kami siap mendampingi. Kalau ibu-ibu bisa atur belanja dengan tepat, insya Allah ekonomi keluarga akan lebih stabil.” Tegasnya.
Kegiatan ditutup dengan diskusi dan doa bersama. Diharapkan 20 peserta PKH Kelompok 1C Desa Situwangi dapat mempraktikkan cara mengelola anggaran belanja dengan tepat, sehingga bantuan yang diterima menjadi berkah dan bermanfaat untuk jangka panjang.
(n/azd)







