Banjarnegara (Humas)— Komitmen membangun keluarga sakinah terus diperkuat melalui kegiatan penasehatan calon pengantin (catin) yang dilaksanakan di Balai Nikah Kantor Urusan Agama (KUA) Wanadadi pada Rabu (6/5/2026). Penyuluh Agama Islam, Dewi Kholifah, hadir memberikan pembekalan dengan tema Dinamika Rumah Tangga.
Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, para catin diajak memahami bahwa kehidupan rumah tangga tidak lepas dari ujian, perbedaan, dan proses penyesuaian. Dewi Kholifah menekankan pentingnya komunikasi, kesabaran, serta saling pengertian sebagai kunci menjaga keharmonisan keluarga.
Komponen utama dinamika kehidupan rumah tangga meliputi:
1. Interaksi Antaranggota: Hubungan emosional dan sosial antara suami-istri, orang tua-anak, maupun anggota keluarga besar.
2. Pembagian Peran dan Tugas: Pembagian peran (misalnya: mencari nafkah dan mengurus rumah tangga) yang disepakati bersama. Pertukaran peran sering kali diperlukan untuk menghadapi tantangan ekonomi.
3. Komunikasi: Fondasi utama untuk keharmonical. Komunikasi yang buruk sering menjadi akar permasalahan.
Apabila ketiga komponen utama ini berjalan dengan baik maka kehidupan rumah tangga akan menjadi keluarga yang Sakinah, mawaddah dan rakmah.
“Rumah tangga bukan tentang siapa yang selalu benar, tetapi tentang bagaimana saling memahami dan bertahan dalam setiap keadaan. Ketika masalah datang, jangan saling menyalahkan, tapi carilah solusi bersama dengan hati yang lapang,” ujar Dewi Kholifah dalam penyampaiannya.
Ia juga mengingatkan bahwa fondasi utama dalam menghadapi dinamika rumah tangga adalah keimanan dan komitmen bersama untuk menjaga keutuhan keluarga. Dengan bekal nilai-nilai agama, pasangan diharapkan mampu menghadapi berbagai tantangan dengan bijak dan penuh tanggung jawab.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para calon pengantin yang merasa mendapatkan wawasan dan kesiapan mental sebelum memasuki jenjang pernikahan.
Melalui kegiatan ini, KUA Wanadadi terus berupaya hadir memberikan pembinaan dan pendampingan kepada masyarakat, khususnya dalam mempersiapkan keluarga yang kuat, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
(NN/azd)







