Banjarnegara, – Seni rupa menjadi ruang bagi siswa untuk menuangkan kreativitas, ketelitian, dan imajinasi. Hal tersebut tampak dalam pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya (SBdP) kelas 6D MIFABARA. Bersama guru mata pelajaran Diana, siswa melakukan praktik menggambar model dengan mengeksplorasi berbagai teknik menggambar.(3/9)
Dalam kegiatan praktik, siswa tidak hanya dituntut menghasilkan sebuah gambar, tetapi juga belajar memahami bahwa setiap teknik dapat menghadirkan karakter dan kesan visual yang berbeda. Beberapa teknik yang dipraktikkan antara lain teknik arsir, teknik dussel, teknik garis, dan teknik pointilis.
Dengan menggunakan alat gambar yang telah disiapkan, siswa mulai mengamati objek model kemudian menuangkannya ke dalam bidang gambar. Mereka mencoba membuat bentuk melalui goresan garis, memberikan efek gelap terang menggunakan arsiran, serta menciptakan tekstur dan bayangan melalui titik-titik pada teknik pointilis.
Guru SBdP, Diana, memberikan arahan dan contoh kepada siswa sebelum mereka memulai praktik. Siswa kemudian diberi kesempatan untuk bereksplorasi sesuai kreativitas masing-masing. Ada yang tampak teliti mengatur kepadatan arsiran, sementara yang lain mencoba menghasilkan efek visual melalui susunan garis maupun titik.
“Melalui praktik ini, anak-anak tidak hanya belajar menggambar, tetapi juga belajar mengamati, mencoba berbagai teknik, dan menemukan cara mereka sendiri dalam mengekspresikan objek. Setiap teknik memiliki karakter yang berbeda sehingga siswa dapat melihat bahwa satu objek dapat menghasilkan tampilan yang beragam ketika digambar dengan teknik yang berbeda,” jelas Diana.
Kegiatan praktik juga melatih kesabaran, ketelitian, konsentrasi, dan keberanian untuk bereksperimen. Dalam proses menggambar, siswa belajar bahwa sebuah karya tidak selalu langsung sempurna. Diperlukan proses, latihan, dan ketekunan untuk menghasilkan gambar yang sesuai dengan tujuan.
Pembelajaran seni tersebut sejalan dengan semangat Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang memberikan ruang kepada siswa untuk tumbuh melalui proses belajar yang menyenangkan dan menghargai keunikan setiap individu. Dalam berkarya, siswa bebas mengembangkan kreativitasnya, sementara guru hadir memberikan pendampingan dan apresiasi terhadap setiap proses yang dilakukan.
Melalui pembelajaran ini, kelas 6D MIFABARA tidak sekadar belajar tentang arsir, dussel, garis, dan pointilis, tetapi juga belajar bahwa seni adalah tentang proses melihat, mencoba, berkreasi, dan menghargai karya.
Dan dari proses berkarya, siswa belajar menjadi pribadi yang teliti, sabar, dan berani mengekspresikan diri.(nas)







