Banjarnegara (Humas) – Upaya membina umat melalui penyuluhan keagamaan terus dilakukan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pagentan. Pada Jumat (12/12/2025), Alfiana Nurhidayah, selaku Penyuluh Agama Islam hadir memberikan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim Al Ikhlas RT 02 RW 01 Desa Gumingsir, Kecamatan Pagentan, Kabupaten Banjarnegara.
Penyuluhan kali ini mengangkat tema “Menumbuhkan Semangat Ibadah dan Ukhuwah Islamiyah di Tengah Masyarakat”, yang ditujukan untuk memperkuat pemahaman keislaman, serta mengajak ibu-ibu jamaah untuk lebih aktif dalam menjalankan syariat Islam dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan anggota majelis taklim yang tampak antusias menyimak materi.
Dalam penyampaiannya, Alfiana mengajak jamaah untuk menjaga hubungan baik dengan Allah melalui ibadah yang rutin, serta menjalin hubungan sosial yang harmonis antar sesama.
“Keberkahan hidup tidak hanya datang dari banyaknya harta, tetapi dari hati yang tenang, keluarga yang rukun, dan ibadah yang terjaga. Mari kita jaga shalat, dzikir, dan hubungan sosial kita dengan sesama,” ungkap Alfiana dalam penyuluhan tersebut.
Penyuluhan ini menjadi ruang interaksi yang baik antara KUA dan masyarakat. Selain materi inti, kegiatan juga diisi dengan tanya jawab seputar peran perempuan dalam keluarga, serta tips membina anak di era digital agar tetap dekat dengan nilai-nilai Islam.
Ketua Majelis Taklim Al Ikhlas, Asih Susmiati, menyampaikan apresiasinya terhadap program penyuluhan yang digelar oleh KUA Pagentan.
“Kami sangat terbantu dengan penyuluhan ini. Ibu-ibu menjadi lebih paham bagaimana menjalankan ibadah yang benar, dan semoga ini bisa menjadi kegiatan rutin ke depannya,” ujar beliau.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Diharapkan penyuluhan ini menjadi pemantik semangat ibu-ibu untuk terus belajar agama dan memperkuat keimanan serta kebersamaan di lingkungan masyarakat. Penyuluh Agama Islam berkomitmen untuk terus hadir mendampingi dan memberdayakan umat melalui dakwah yang santun dan membumi.
(an/ azd)







