Tiga Hijrah yang Dicintai Allah bagi Seorang Istri, Materi Penyuluhan di MT Asy-Syifa

Banjarnegara (Humas) – Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandiraja, Hendriyanto, melaksanakan kegiatan penyuluhan keagamaan di Majelis Taklim (MT) Asy-Syifa pada Sabtu (13/12/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas dan fungsi penyuluh agama Islam dalam memberikan bimbingan serta penguatan pemahaman keagamaan kepada masyarakat, khususnya jamaah majelis taklim.

Penyuluhan tersebut mengangkat materi “Tiga Hijrah yang Dicintai Allah bagi Seorang Istri”. Materi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada jamaah tentang pentingnya hijrah dalam makna perubahan sikap dan perilaku menuju kebaikan, terutama dalam peran seorang istri sebagai pilar utama keluarga.

Dalam penyampaiannya, Hendriyanto menjelaskan bahwa hijrah tidak selalu dimaknai sebagai perpindahan tempat, tetapi lebih pada upaya sungguh-sungguh untuk memperbaiki diri sesuai tuntunan ajaran Islam. Ia menguraikan tiga bentuk hijrah yang dicintai Allah bagi seorang istri. Pertama, hijrah niat, yaitu meluruskan niat dalam menjalani peran sebagai istri semata-mata untuk mengharap ridha Allah. Kedua, hijrah sikap, yakni menjaga akhlak, lisan, dan perilaku dalam kehidupan rumah tangga maupun sosial. Ketiga, hijrah peran, yaitu kesungguhan seorang istri dalam mendukung suami, mendidik anak, serta menciptakan suasana rumah tangga yang penuh ketenangan.

“Hijrah seorang istri dimulai dari niat yang benar. Ketika niatnya karena Allah, maka setiap peran yang dijalani akan bernilai ibadah dan membawa keberkahan bagi keluarga,ˮ jelas Hendriyanto saat menyampaikan materi.

Ia menambahkan bahwa konsistensi dalam berhijrah menjadi kunci utama. Perubahan kecil yang dilakukan secara berkelanjutan akan memberikan dampak besar bagi keharmonisan keluarga.

“Hijrah bukan tentang menjadi sempurna dalam waktu singkat, tetapi tentang kesungguhan untuk terus memperbaiki diri dari hari ke hari,ˮ tambahnya.

Ketua MT Asy-Syifa, Tri Jumiati, menyampaikan bahwa jamaah mengikuti kegiatan dengan antusias dan penuh perhatian. Diskusi dan tanya jawab berlangsung aktif, menunjukkan tingginya minat jamaah terhadap materi yang disampaikan.

Berdasarkan dokumentasi kegiatan, penyuluhan berlangsung dengan tertib dan khidmat. Jamaah tampak menyimak materi dengan serius, sementara penyuluh menyampaikan materi secara komunikatif dan dialogis.

Melalui kegiatan penyuluhan ini, diharapkan jamaah MT Asy-Syifa semakin memahami makna hijrah yang hakiki dan mampu menerapkannya dalam kehidupan rumah tangga, sehingga tercipta keluarga yang harmonis, religius, dan penuh keberkahan. 

(F/M, AZD)

Skip to content