Banjarnegara (Humas) – Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, suasana berbeda terasa di Rumah Tahanan (Rutan) Perempuan Banjarnegara. Warga binaan tampak khusyuk mengikuti kajian keagamaan yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Banjarnegara, Ani Musyarofah, dalam rangka pembinaan rohani dan persiapan spiritual menyambut bulan penuh berkah pada hari Kamis pagi (12/2).
Kegiatan yang berlangsung di aula rutan tersebut mengangkat tema penyucian hati dan peningkatan kualitas ibadah. Dalam tausiyahnya, penyuluh agama mengajak para warga binaan untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan harapan akan masa depan yang lebih baik.
“Ramadan adalah kesempatan emas untuk bertaubat dan mendekatkan diri kepada Allah. Di mana pun kita berada, pintu ampunan selalu terbuka,” tutur penyuluh.
Selain memberikan materi tentang keutamaan Ramadan, penyuluh juga membimbing peserta dalam muhasabah diri, memperbaiki niat, serta mempersiapkan amalan-amalan yang dapat dilakukan selama menjalani ibadah puasa di lingkungan rutan. Suasana haru sempat menyelimuti ruangan ketika beberapa warga binaan berbagi pengalaman dan harapan mereka menjelang Ramadan tahun ini.
Kepala Rutan Perempuan menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pembinaan rohani tersebut. Menurutnya, pembinaan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mental warga binaan agar lebih siap kembali ke tengah masyarakat.
“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan ketenangan batin dan semangat baru bagi warga binaan untuk menjalani hari-hari dengan lebih positif,” ujarnya.
Melalui kajian ini, Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata, tetapi juga sebagai sarana refleksi dan transformasi diri. Di balik tembok rutan, cahaya harapan dan semangat memperbaiki diri tetap menyala, menyambut bulan suci dengan hati yang lebih bersih dan penuh keikhlasan.







