Banjarnegara – Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) melaksanakan kegiatan observasi pendidikan di MI Al Fatah Parakancanggah sebagai bagian dari penguatan kompetensi calon pendidik. Kegiatan ini berlangsung dengan penuh antusias, di mana para mahasiswa terlibat langsung dalam proses pengumpulan data melalui wawancara serta pengamatan kegiatan belajar mengajar di kelas.(16/5)
Observasi dilakukan secara sistematis dengan mewawancarai kepala madrasah yang diwakilkan oleh kepala TU, guru kelas, serta beberapa peserta didik guna memperoleh gambaran nyata tentang praktik pembelajaran di lapangan. Selain itu, mahasiswa juga mengamati secara langsung bagaimana guru menyampaikan materi, mengelola kelas, serta membangun interaksi yang efektif dengan siswa.
Kepala TU MI Al Fatah Parakancanggah, Umi Setyaningsih, menyambut baik kegiatan tersebut dan menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa menjadi energi positif bagi lingkungan sekolah. “Kami sangat terbuka terhadap kegiatan seperti ini. Selain sebagai ajang berbagi, ini juga menjadi refleksi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Salah satu guru kelas menambahkan bahwa mahasiswa terlihat aktif dan kritis dalam menggali informasi. “Mereka tidak hanya mengamati, tetapi juga bertanya dan berdiskusi. Ini menunjukkan kesiapan mereka sebagai calon pendidik yang profesional,” ungkapnya.
Dari sisi mahasiswa, kegiatan ini memberikan pengalaman berharga dalam memahami dinamika pembelajaran secara langsung. Salah satu mahasiswa STIT menyampaikan bahwa observasi ini membantu mereka menghubungkan teori yang dipelajari di kampus dengan praktik nyata di sekolah. “Kami jadi lebih memahami bagaimana menghadapi karakter siswa yang beragam serta strategi mengajar yang efektif,” tuturnya.
Kegiatan observasi ini memberikan banyak manfaat, baik bagi mahasiswa maupun pihak madrasah. Mahasiswa memperoleh pengalaman nyata sebagai bekal menjadi guru, sementara pihak sekolah mendapatkan perspektif baru dari hasil pengamatan dan diskusi.
MI Al Fatah Parakancanggah sendiri menegaskan komitmennya untuk terus terbuka dalam berbagi ilmu dan pengalaman. Madrasah siap menjadi laboratorium belajar bagi siapa pun, khususnya para calon pendidik seperti mahasiswa STIT. Dengan kolaborasi semacam ini, diharapkan lahir generasi guru yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan dan kesiapan dalam menghadapi dunia pendidikan yang sesungguhnya.(nas)







