Banjarnegara (Humas) — Kue tradisional atau yang sering disebut kue jadul masih memiliki tempat di hati masyarakat. Salah satunya adalah kue apem produksi Surtini (42), pelaku usaha rumahan dengan merek “Defina Snack”, yang hingga kini tetap diminati berbagai kalangan. Pada Jumat (15/5/2026), Pendamping Proses Produk Halal (PPPH) KUA Mandiraja melakukan kegiatan verifikasi dan validasi (verval) terhadap usaha tersebut dalam rangka proses pengajuan sertifikat halal.
Kegiatan pendampingan dilakukan langsung di tempat produksi dengan memeriksa bahan baku, proses pengolahan, kebersihan alat, hingga administrasi usaha. Dari hasil pemeriksaan, bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan kue apem diketahui berasal dari bahan yang terjamin kehalalannya dan diproses secara higienis.
Kue apem produksi Defina Snack dibuat dengan cara tradisional sehingga menghasilkan cita rasa khas yang tetap disukai masyarakat. Selain untuk konsumsi sehari-hari, kue tersebut juga sering dijadikan hidangan dalam acara keluarga, pengajian, maupun kegiatan masyarakat lainnya.
Pendamping halal KUA Mandiraja menjelaskan bahwa pendampingan kepada pelaku usaha tradisional sangat penting agar produk lokal memiliki legalitas halal sekaligus meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk yang dipasarkan.
“Produk tradisional seperti kue apem ini memiliki potensi yang baik karena masih banyak diminati masyarakat. Dengan adanya sertifikat halal, produk akan memiliki nilai tambah dan kepercayaan konsumen juga semakin meningkat,” ujar pendamping halal KUA Mandiraja saat kegiatan berlangsung.
Surtini mengaku senang mendapatkan pendampingan sertifikasi halal karena dapat menambah pengetahuan mengenai pentingnya menjaga proses produksi halal secara konsisten. Ia berharap usaha Defina Snack dapat terus berkembang dan semakin dikenal masyarakat.
“Kami menggunakan bahan-bahan yang baik dan halal dalam proses pembuatan kue apem. Semoga dengan adanya pendampingan ini, usaha kami bisa semakin maju dan pelanggan semakin yakin dengan produk yang kami buat,” ungkap Surtini.
Selain melakukan pemeriksaan administrasi dan proses produksi, pendamping halal juga memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan tempat produksi serta penggunaan bahan baku yang jelas asal-usulnya. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas dan kehalalan produk makanan.
Kegiatan verval berlangsung lancar dan penuh antusias. Melalui program pendampingan halal, KUA Mandiraja terus mendorong pelaku UMKM tradisional agar mampu berkembang, mempertahankan kuliner khas daerah, serta memiliki daya saing melalui sertifikasi halal.
(m/azd)







