MI Muhammadiyah 02 Danakerta Komitmen Sukseskan Program Cegah Stunting

Banjarnegara – Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banjarnegara dan PDPM Banjarnegara bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi dan Badan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana bersama mitra kerja di provinsi Jawa Tengah pada Selasa, 25 Oktober 2022 Pukul 08.30 โ€“ selesai di Rejasa Room, Hotel Surya Yudha Banjarnegara.

Bagi Kepala SD/MI untuk menugaskan 1 Orang guru Pembina UKS, Kepala SMP/MTs untuk menugaskan 1 orang Waka Kesiswaan dan 1 orang Pembina UKS, Kepala SMA/SMK/MA untuk menugaskan 1 orang Waka Kesiswaan dan 1 orang Pembina UKS, Mudir Ponpes Muhammadiyah untuk menugaskan 1 orang Pembina/ Penanggung Jawab unit Kesehatan Pondok.

Dan untuk mengikuti kegiatan tersebut dengan ketentuan sebagaimana tersebut diatas. Setiap peserta mengisi dan membawa print out Biodata sebagaimana terlampir pada undangan. Bagi peserta disediakan uang transport dan Door prize berupa 1 buah TV LED 32 Inch i, 2 Buah kompor gas dan 2 buah Magic com bagi peserta yang terpilih.

MI Muhammadiyah 02 Danakerta mewakilkan Sela selaku guru UKS untuk mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya kegiatan ini sangat penting untuk generasi masa depan.

“Setelah mengikuti kegiatan sosialisasi ini saya baru tau kalo ternyata untuk memiliki anak harus benar-benar dengan persiapan yang matang. Khususnya nanti kalo punya anak, sebelumnya harus menyiapkan enggak hanya mental tapi juga pengetahuan sebelum, sedang dan setelah melahirkan dalam mendidik anak.” Jelasnya.

Eka Sulistya ediningsih direktur komunikasi, informasi dan edukasi BKKBN RI menjelaskan bahwa Stunting tidak hanya dilihat dari pendek atau kurus tapi juga dari kecerdasan.

Anak Stunting kemungkinan pendek, tapi orang pendek tidak tentu Stunting. Anak Stunting kemungkinan kurus tapi orang kurus tidak tentu Stunting. Karena Stunting ciri-cirinya tidak hanya pendek dan kurus tapi juga harus disertai dengan kurangnya kecerdasan atau bodoh dan sering sakit-sakitan. Kalau sudah besar anak Stunting mungkin menderita yang berkaitan dengan metabolisme, seperti jantung, diabetes, darah tinggi.”

Jaga Prasetya selaku tuan rumah dan panitia kegiatan sosialisasi mengharapkan kegiatan sosialisasi ini bisa mengurangi terjadinya Stunting.

“Kenapa yang kami undang disini adalah aktivis-aktivis pendidik, harapan kami karena Mereka inilah yang bisa turun langsung dan bersentuhan langsung dengan wali murid dan siswa siswi. Sosialisasi ini ada pencerahan dan dialog interaktif, supaya ketika keluar dari sini bisa tidak hanya untuk konsumsi sendiri tapi bisa di sosialisasikan minimal wali murid atau tetangga supaya bisa mengurangi Stunting atau gizi buruk,โ€ jelasnya

Bagikan :
Translate ยป