Banjarnegara – Kabar membanggakan datang dari ajang Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) tingkat Kecamatan. MIFABARA berhasil keluar sebagai Juara Umum PORSENI Kecamatan tahun ini setelah mengantongi 15 medali emas dari berbagai cabang yang dipertandingkan.(20/9)
Perolehan 15 medali emas menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi MIFABARA. Prestasi tersebut tidak lahir secara instan, tetapi melalui proses latihan, pembinaan, pendampingan, serta dukungan yang diberikan secara berkelanjutan oleh madrasah.
Ketua Panitia PORSENI MIFABARA, Umar, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan kontingen MIFABARA meraih predikat Juara Umum. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan banyak pihak.
“Alhamdulillah, tentu kami sangat bersyukur atas capaian MIFABARA sebagai Juara Umum dengan 15 medali emas. Hasil ini adalah buah dari kerja keras anak-anak, para pelatih yang mendampingi dengan penuh kesabaran, serta dukungan dari madrasah dan orang tua. Semoga prestasi ini menjadi motivasi untuk terus berproses dan memberikan yang terbaik pada kompetisi berikutnya,” ungkapnya.
Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi dari Kepala MIFABARA. Ia menyampaikan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh pihak yang telah menjadi bagian dari perjalanan MIFABARA dalam PORSENI tahun ini.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas prestasi MIFABARA sebagai Juara Umum dengan perolehan 15 medali emas. Ini adalah kebahagiaan sekaligus kebanggaan bagi kita semua. Atas nama madrasah, saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelatih yang telah mendampingi anak-anak dengan penuh kesungguhan, kepada para peserta yang sudah berjuang dan memberikan kemampuan terbaiknya, serta kepada wali murid yang selalu memberikan dukungan dan doa,” tuturnya.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh guru dan siswa MIFABARA yang telah memberikan dukungan, doa, semangat, serta ikut menyukseskan perjuangan kontingen madrasah.
“Terima kasih kepada seluruh guru dan siswa MIFABARA. Dukungan dan semangat dari keluarga besar madrasah menjadi energi bagi anak-anak kita untuk berjuang. Semoga prestasi ini tidak menjadikan kita cepat berpuas diri, tetapi semakin semangat untuk meningkatkan pembinaan dan memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk berkembang sesuai potensi mereka,” lanjutnya.
Lebih dari sekadar deretan medali, capaian ini menjadi bukti bahwa ketika peserta didik, pelatih, guru, orang tua, dan madrasah berjalan dalam satu semangat, potensi anak dapat tumbuh menjadi prestasi.(nas)







