Mimau Pahami Alam Sekitar Melalui Praktek Pengamatan Siklus Hidup Jangkrik

Banjarnegara – IPAS adalah singkatan dari Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial, yang merupakan gabungan mata pelajaran IPA dan IPS dalam kurikulum terbaru di Indonesia. Mata pelajaran ini mempelajari makhluk hidup dan benda mati di alam semesta beserta interaksinya, serta kehidupan manusia sebagai individu dan makhluk sosial yang berinteraksi dengan lingkungannya. IPAS bertujuan untuk memberikan pemahaman yang menyeluruh tentang alam dan lingkungan sosial secara terpadu. Salah satunya pembelajaran IPAS kelas 3 MI Ma’arif Al Falah Joyokusumo (MIMAU) yang mencakup berbagai topik seperti pengamatan hewan di lingkungan sekitar, siklus hidup makhluk hidup, dan pelestarian alam. Kegiatan sering kali dilakukan secara langsung seperti observasi hewan di sekolah, dimana siswa mencatat dan mengamati ciri-ciri hewan tersebut seperti makanan dan cara bergerak. Selain itu, pembelajaran juga melibatkan perbandingan siklus hidup hewan, tumbuhan, dan manusia untuk memahami persamaan dan perbedaannya.

Kali ini kelas 3B mengamati siklus hidup salah satu hewan yang cukup unik yaitu jangkrik. Berdurasi kurang lebih satu pekan, pengamatan tersebut berjalan sesuai arahan dan terencana dengan baik. Namun, karna waktu yang cukup lama jadi anak-anak selalu penasaran dengan hasil pengamatan mereka.

Dengan terbagi menjadi tujuh kelompok yang satu kelompok terdiri dari 3-4 anak. Sebelumnya mereka menyiapkan botol bekas, jangkrik, dan daun untuk makanan jangkrik yang akan diamatinya. Proses pengamatan selama satu pekan atau 7-8 hari yang dimulai dari hari Rabu lalu hingga Selasa kemarin. Dan selama itu, siswa mengamati proses perubahan pada jangkrik tersebut, serta menjaga tempat tinggalnya untuk selalu dijaga kebersihan dan pola makan jangkrik.(21/10)

Hasil dari pengamatan siklus hidup jangkrik dapat diperoleh pemahaman mendalam mengenai tiga tahap utama perkembangan dan berbagai data terkait aspek biologisnya. Yaitu fase Telur dimana kita dapat mengamati proses jangkrik betina meletakkan telur (oviposisi), biasanya di tanah atau media lembap lainnya. Selanjutnya fase Nimfa yaitu fase ini merupakan tahap larva yang menyerupai jangkrik dewasa, tetapi tanpa sayap yang berkembang sempurna dan organ reproduksi yang matang. Kemudian fase dewasa (Imago) yaitu tahap ini adalah jangkrik yang telah matang secara seksual dengan sayap yang berfungsi penuh.

“pahami setiap fase tersebut, dan perhatikan baik-baik agar pengamatan kalian jelas proses nya, dan kalian akan menemukan hal baru setelahnya,” jelas Audina Dwi Novelita Kusuma yang merupakan wali tersebut dihadapan anak-anak kelas 3B.

Dari beberapa fase tersebut anak-anak dapat mengamati secara bergantian selama kurang lebih satu pekan itu. Dan alhamdulillah banyak hal yang didapatkan melalui praktek pengamatan siklus hidup jangkrik.(NF)

Skip to content