MTs Negeri 1 Banjarnegara Gelar Rapat Koordinasi Persiapan Bazar Literasi Menuju Festival Literasi 2025

Banjarnegara (Humas) – Menjelang pelaksanaan Festival Literasi Kabupaten Banjarnegara Tahun 2025 yang akan digelar pada Selasa hingga Kamis (21–23/10) di Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Banjarnegara, MTs Negeri 1 Banjarnegara atau yang akrab dikenal dengan Madtsansa menggelar rapat koordinasi persiapan Bazar Literasi pada Rabu (15/10) di ruang tamu kepala madrasah. Kegiatan ini diikuti olehkepala tata usaha, wakil kepala, bendahara, dan koordinator dari kelas unggulan Sastra dan Seni, Riset, dan Tahfiz serta ketua ketua P5RA Madtsansa.

Dalam ajang bergengsi tersebut, Madtsansa akan menampilkan beragam karya literasi yang lahir dari kreativitas para siswa unggulan. Tidak hanya karya sastra berupa antologi puisi, cerpen, dan senandika, tetapi juga hasil riset ilmiah, karya inovatif, serta produk-produk unggulan dari kegiatan Projek Penguatan Profil Pelajar Rahmatan Lil ‘Alamin (P5RA). Bazar ini diharapkan menjadi etalase kreativitas sekaligus bukti nyata komitmen Madtsansa dalam mengembangkan budaya literasi di lingkungan madrasah.

Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman dalam sambutannya saat membuka rapat menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan Bazar Literasi. Ia menegaskan bahwa partisipasi Madtsansa dalam ajang Festival Literasi merupakan bentuk kontribusi nyata madrasah terhadap gerakan literasi daerah.

“Bazar Literasi bukan sekadar ajang pamer karya, tetapi juga ruang pembelajaran dan apresiasi. Kita ingin menunjukkan bahwa literasi di Madtsansa hidup di setiap kegiatan pembelajaran. Karya siswa—baik dari sastra, riset, maupun Tahfiz—adalah wujud dari semangat belajar sepanjang hayat yang kita tanamkan,” ujar H. Yatiman.

Beliau menambahkan bahwa partisipasi Madtsansa dalam kegiatan ini juga menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara madrasah dan masyarakat. Melalui bazar tersebut, publik akan melihat langsung bagaimana pendidikan literasi mampu melahirkan generasi kreatif dan inovatif.

Sementara itu, Linara, selaku ketua panitia pelaksana Bazar Literasi Madtsansa, menjelaskan bahwa rapat koordinasi kali ini menjadi langkah awal untuk memastikan seluruh aspek persiapan berjalan lancar. Ia menuturkan bahwa panitia telah membagi tim sesuai bidang, mulai dari logistik, dekorasi, dokumentasi, hingga tim penjaga stan selama tiga hari pelaksanaan festival.

“Kami berusaha agar tampilan Bazar Literasi Madtsansa tahun ini lebih representatif, menarik, dan inspiratif. Setiap karya akan dikurasi agar benar-benar mencerminkan ciri khas kelas unggulan.” jelas Linara dengan semangat.

Dalam kesempatan yang sama, Ahmad Munir Effendi, koordinator tempat dan dekorasi, menyampaikan bahwa konsep tata ruang stan Madtsansa akan mengusung tema “Madrasah Literat, Madrasah Hebat, Madtsansa Tebar Manfaat” dengan sentuhan artistik khas literasi. Menurutnya, desain bazar akan memadukan nuansa klasik literasi dengan elemen modern agar nyaman dan memikat bagi pengunjung.

“Kami ingin stan Madtsansa menjadi daya tarik tersendiri di arena festival. Nanti akan ada sudut baca, pajangan karya riset dan Tahfiz, hingga galeri digital yang menampilkan dokumentasi video kegiatan literasi Madtsansa,” terang Ahmad Munir.

Sementara itu, Ikhsanudin, selaku koordinator konten bazar, menambahkan bahwa konten yang disajikan dalam bazar akan menggambarkan keberagaman bidang literasi di Madtsansa. Ia mengungkapkan bahwa timnya tengah menyeleksi karya-karya terbaik dari masing-masing kelas unggulan untuk dipamerkan.

“Kami ingin pengunjung benar-benar merasakan semangat literasi yang hidup di madrasah kami. Nantinya, akan ada pembacaan puisi, pemutaran video hasil riset, dan pameran karya Tahfiz berupa kaligrafi dan produk-produk edukatif hasil P5RA. Semua siswa terlibat aktif dalam proses ini,” tutur Ikhsanudin.

Selain itu, Bazar Literasi Madtsansa juga akan menjadi ajang penjualan terbatas produk-produk kreatif buatan siswa, seperti buku antologi, kerajinan tangan, dan suvenir khas literasi. Panitia berharap kegiatan ini tidak hanya memperkuat citra Madtsansa sebagai madrasah berbasis literasi, tetapi juga memberikan pengalaman kewirausahaan bagi peserta didik.

Seluruh peserta bersepakat untuk berkolaborasi dan bekerja maksimal demi suksesnya keikutsertaan Madtsansa dalam Festival Literasi Kabupaten Banjarnegara 2025.

Dengan persiapan yang matang dan semangat kolaboratif seluruh elemen madrasah, Madtsansa optimistis dapat menampilkan karya terbaiknya sekaligus menjadi inspirasi bagi madrasah lain dalam mengembangkan budaya literasi di lingkungan pendidikan.

“Kami ingin Madtsansa tidak hanya dikenal sebagai madrasah berprestasi akademik, tetapi juga sebagai madrasah literat yang menebarkan manfaat melalui karya,” pungkas H. Yatiman. (Fy/La)

Skip to content