Banjarnegara (Humas) – Kegiatan bimbingan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di MTs Negeri 1 Banjarnegara terus berlangsung dengan penuh semangat. Pada Rabu (15/10), kegiatan ini telah memasuki pekan ke-7 sejak dimulainya program bimbingan intensif bagi siswa kelas IX sebagai persiapan menghadapi pelaksanaan TKA yang diatur dalam Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 95/M/2025 tentang Pedoman Penyelenggaraan Tes Kemampuan Akademik.
Kegiatan bimbingan TKA di MTs Negeri 1 Banjarnegara dilaksanakan secara terjadwal dan terarah. Setiap pekan, para siswa mendapatkan pendampingan khusus untuk dua mata uji utama, yaitu Bahasa Indonesia dan Matematika, sesuai dengan ketentuan TKA untuk jenjang MTs.
Wakil Kepala Urusan Kurikulum Hj. Yuniyati menjelaskan bahwa program bimbingan TKA merupakan bagian dari strategi madrasah untuk memastikan seluruh siswa siap menghadapi asesmen nasional tersebut.
“Pelaksanaan TKA bukan sekadar ujian formalitas, tetapi menjadi tolok ukur capaian kompetensi akademik siswa secara nasional. Oleh karena itu, kami di MTs Negeri 1 Banjarnegara berkomitmen memberikan bimbingan yang sistematis dan berkelanjutan agar siswa benar-benar memahami konsep dasar setiap materi,” ungkap Hj. Yuniyati.
Menurutnya, madrasah telah menyiapkan tim pembimbing dari berbagai bidang studi yang kompeten dan berpengalaman. Selain itu, evaluasi dilakukan setiap pekan untuk memantau perkembangan hasil belajar siswa.
“Pendekatan yang kami gunakan menekankan pada pemahaman konsep, latihan soal kontekstual, dan pembiasaan mengerjakan soal dengan waktu terbatas seperti simulasi TKA sesungguhnya,” tambahnya.
Sementara itu, Linara, salah satu pembimbing TKA bidang Matematika, menyampaikan bahwa kegiatan bimbingan pekan ke-7 difokuskan pada penguatan kemampuan numerasi dan logika berpikir.
“Materi pekan ini menekankan pada pemahaman soal berbasis penalaran dan pemecahan masalah. Kami melatih siswa agar tidak sekadar menghafal rumus, tetapi mampu menerapkan konsep matematika dalam berbagai konteks kehidupan sehari-hari,” terang Linara.
Dari sisi kebahasaan, Surya Widhi Prakosa selaku pembimbing TKA Bahasa Indonesia menambahkan bahwa kemampuan literasi peserta didik juga terus diasah.
“Kami berupaya menumbuhkan kecermatan membaca dan kemampuan menganalisis teks. Soal-soal TKA Bahasa Indonesia cenderung menuntut ketelitian dan pemahaman mendalam, bukan sekadar mencari jawaban cepat,” jelasnya.
Surya juga menekankan bahwa pendekatan pembelajaran aktif seperti diskusi teks dan latihan membaca kritis menjadi metode utama dalam sesi bimbingan.
Semangat tinggi juga terlihat dari para peserta. Aldaninda Raya, siswa kelas 9C Unggulan Tahfiz, mengaku semakin percaya diri setelah mengikuti bimbingan secara rutin.
“Awalnya saya merasa soal-soal TKA cukup sulit, apalagi yang berbentuk penalaran. Tapi setelah dibimbing Bu Linara dan Pak Surya, saya jadi lebih paham cara mengerjakannya. Sekarang setiap kali latihan, saya bisa menyelesaikan soal lebih cepat dan tepat,” tutur Aldaninda dengan senyum percaya diri.
Hal senada disampaikan oleh Daud Amar dari kelas 9H. Ia menilai bahwa kegiatan bimbingan TKA bukan hanya membantu kesiapan akademik, tetapi juga membentuk disiplin belajar.
“Bimbingan TKA membuat saya terbiasa belajar terjadwal dan disiplin. Setiap pekan ada latihan dan evaluasi, jadi kami termotivasi untuk selalu memperbaiki hasil,” ujarnya.
Program bimbingan TKA MTs Negeri 1 Banjarnegara ini juga sejalan dengan semangat madrasah dalam menciptakan lulusan yang unggul dan berdaya saing. Selain fokus pada akademik, para pembimbing turut menanamkan nilai kejujuran dan tanggung jawab dalam setiap proses belajar.
Hj. Yuniyati berharap kegiatan bimbingan ini dapat memberikan hasil maksimal.
“Kami ingin siswa tidak hanya siap menghadapi TKA secara teknis, tetapi juga memiliki mental yang kuat, percaya diri, dan jujur dalam mengerjakan ujian. Nilai akademik yang baik harus diiringi dengan karakter yang baik pula,” tegasnya.
Dengan konsistensi pelaksanaan hingga pekan ke-7 ini, MTs Negeri 1 Banjarnegara optimistis seluruh siswanya akan mampu mencapai hasil terbaik dalam pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik mendatang. Program ini menjadi bukti nyata komitmen madrasah dalam mendukung kebijakan nasional untuk mewujudkan pendidikan yang berstandar, akuntabel, dan berintegritas. (Fy/La)







