MTs Negeri 1 Banjarnegara Laksanakan Alur Aksi P5RA “Mari Berani” dengan Latihan Drama dan Yel-Yel Anti Pernikahan Dini

Banjarnegara – Program Penguatan Profil Pelajar Rahmatan lil ‘Alamin (P5RA) dengan topik MARI BERANI – Membangun Remaja Indonesia Berencana dan Anti Pernikahan Dini di MTs Negeri 1 Banjarnegara memasuki tahapan alur aksi pada Senin (8/12). Pada tahap ini, para peserta didik mulai melakukan persiapan berupa latihan drama dan yel-yel sebagai bagian dari rangkaian kegiatan edukasi mengenai pentingnya menunda pernikahan dini dan membangun mental remaja yang berencana untuk masa depan.

Kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 dengan tadarus bersama yang diikuti seluruh siswa dan didampingi fasilitator. Setelah itu, sesuai pembagian kegiatan, siswa kelas 7 dan 9 beserta grup A dan B diarahkan untuk latihan drama, sedangkan kelas 8 fokus pada persiapan yel-yel bertema anti pernikahan dini. Seluruh rangkaian berlangsung terstruktur mulai pukul 07.15 hingga 11.30.

Wakil Kepala Urusan Kurikulum MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Yuniyati, menyampaikan bahwa kegiatan alur aksi ini merupakan kelanjutan dari tahap pengenalan dan kontekstualisasi yang sebelumnya telah dilakukan. Menurutnya, drama dan yel-yel dipilih sebagai bentuk aksi karena lebih dekat dengan dunia remaja.

“Kami ingin siswa belajar bukan hanya melalui teori, tetapi juga melalui pengalaman nyata dalam berkarya. Drama dan yel-yel menjadi media kreatif untuk menanamkan pesan bahwa pernikahan dini membawa dampak serius bagi fisik, mental, dan masa depan remaja,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa sekolah berharap kegiatan ini mampu menumbuhkan karakter remaja yang memiliki kesadaran merawat diri, membangun cita-cita, serta berani menolak pernikahan dini.

“Kami ingin peserta didik berani menentukan jalan hidupnya dengan penuh rencana, fokus belajar, dan tidak tergesa menikah pada usia yang belum matang,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua P5RA MTs Negeri 1 Banjarnegara, Hj. Hani Farkhatun, menjelaskan bahwa kegiatan latihan drama dan yel-yel ini akan menjadi persiapan menuju pelaksanaan lomba pada minggu berikutnya.

“Kelas 7 dan 9 akan unjuk kreativitas melalui drama bertema pernikahan dini, sedangkan kelas 8 berkompetisi dalam yel-yel kampanye anti pernikahan dini. Kami melihat antusias yang luar biasa dari siswa. Mereka terlihat kompak menyusun skenario, latihan peran, juga kreasi yel yang penuh semangat,” tuturnya.

Ia turut menekankan bahwa pembelajaran melalui praktik langsung terbukti lebih efektif membentuk kesadaran siswa tentang risiko pernikahan dini, baik dari sisi kesehatan, psikologis, maupun sosial.

“Ketika siswa memerankan tokoh dan menyaksikan konflik dalam drama, mereka akan lebih memahami kondisi nyata yang terjadi jika menikah tanpa kesiapan. Ini bukan hanya seni, tetapi edukasi moral,” tambahnya.

Antusias siswa pun terlihat saat latihan berlangsung. Adiva, siswa kelas 7C yang turut dalam latihan drama, mengaku sangat senang bisa terlibat dalam kegiatan ini.

“Latihannya seru, kami belajar membagi peran, menghafal dialog, dan membuat cerita sendiri. Dari materi sebelumnya, saya jadi paham kalau pernikahan dini itu bisa mengganggu sekolah dan masa depan. Jadi lebih baik fokus belajar dulu,” ucapnya.

Hal senada disampaikan Gendis, siswa kelas 8A yang mengikuti sesi latihan yel-yel. Ia bersama kelompoknya berusaha membuat yel yang kreatif, penuh semangat, sekaligus menyampaikan pesan anti pernikahan dini.

“Kami ingin membuat yel yang bisa mengajak teman-teman berani bermimpi. Menikah itu ada waktunya, sekarang waktunya belajar dan mengejar cita-cita,” tuturnya penuh semangat.

Dengan terlaksananya tahap alur aksi ini, sekolah berharap seluruh peserta didik dapat memetik nilai penting tentang perencanaan hidup dan menjaga diri. Kegiatan P5RA “Mari Berani” akan berlanjut dengan lomba drama dan yel-yel pada pekan berikutnya sebagai bentuk apresiasi kreativitas siswa dalam menyuarakan kampanye anti pernikahan dini.

Program ini diharapkan menjadi upaya nyata MTs Negeri 1 Banjarnegara dalam mencetak generasi yang berkarakter, berakhlak mulia, dan mampu menyikapi masa remaja dengan bijak. (Lin)

Skip to content