Ungaran, Semarang (Humas) – Kepala MTs Negeri 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menghadiri Rapat Koordinasi dan Validasi Data Sarana Prasarana Pendukung Program PHTC Revitalisasi Madrasah yang diselenggarakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (25/11) di The Wujil Resort & Conventions, Ungaran. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh kepala MTsN dan waka sarpras se-Jawa Tengah sesuai daftar peserta dalam undangan resmi Kanwil Kemenag Jawa Tengah.
Acara dibuka oleh Kabag TU Kanwil Kemenag Jawa Tengah, H. Wahid Arbani, yang dalam arahannya menekankan pentingnya akurasi data sarpras sebagai ruh pembangunan madrasah.
“Data EMIS menjadi ruh madrasah. Oleh karena itu, datanya harus selalu disesuaikan dengan keadaan nyata di lapangan,” tegasnya.
Wahid Arbani juga menjelaskan bahwa Program PHTC (Public Health Training Center) merupakan salah satu program prioritas nasional.
“Program PHTC merupakan program strategis yang termasuk dalam Asta Cita Presiden Prabowo. Karena itu, validasi data harus benar-benar tepat agar madrasah dapat memperoleh manfaat program secara maksimal,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa untuk bisa mendapatkan dukungan program PHTC, ada persyaratan teknis yang harus dipenuhi oleh madrasah.
“Agar madrasah bisa masuk dalam program ini, data sarpras di EMIS harus sesuai dengan kondisi riil. Minimal harus ada satu ruang yang benar-benar rusak, sehingga kebutuhan renovasi dapat dipertanggungjawabkan. Program ini nantinya akan dilaksanakan oleh Kementerian PUPR,” tambahnya dalam pengarahan.
Kepala MTsN 1 Banjarnegara, H. Yatiman, menyampaikan bahwa rakor ini menjadi momen penting bagi madrasah untuk memastikan kesesuaian data sarpras.
“Kami hadir untuk melakukan validasi detail agar data sarpras MTsN 1 Banjarnegara benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami sebagai lembaga yang terus ingin berkembang,” ujarnya.
Menurut Yatiman, Program PHTC memiliki dampak strategis bagi peningkatan kualitas lingkungan belajar dan sarpras madrasah.
“Program ini sangat relevan karena mendukung peningkatan fasilitas sanitasi, kesehatan lingkungan, serta pembangunan ruang-ruang belajar yang lebih layak. Tentu kami berharap MTsN 1 Banjarnegara dapat menjadi bagian dari program tersebut,” tambahnya.
Ketua panitia kegiatan, Munif Maknawi, menjelaskan bahwa rakor ini juga bertujuan menyamakan persepsi antar madrasah dalam hal penyusunan dan pembaruan data sarpras.
“Sering kali terjadi perbedaan data antara laporan madrasah di EMIS dan kondisi faktual. Melalui kegiatan ini, kita menyamakan standar agar tidak ada lagi data yang tidak sinkron,” paparnya.
Munif menegaskan bahwa data hasil validasi akan menjadi dasar pembuatan perencanaan jangka menengah terkait revitalisasi madrasah di Jawa Tengah.
“Data yang valid bukan hanya menjadi syarat administratif, tetapi menjadi bahan penting bagi pemerintah dalam menetapkan prioritas pembangunan,” tegasnya.
Rakor berlangsung sejak pagi hingga sore dan diisi dengan pendalaman teknis, konsultasi data, serta pengecekan ulang kondisi sarpras masing-masing madrasah. Seluruh peserta terlihat aktif berdiskusi dengan tim Kanwil guna memastikan data yang diunggah sesuai standar.
H. Yatiman menyampaikan apresiasinya kepada Kanwil Kemenag Jateng.
“Kegiatan ini sangat membantu kami memahami standar validasi sesuai ketentuan pusat. Kami berharap program revitalisasi madrasah tahun ini membawa peningkatan nyata bagi mutu pendidikan,” ujarnya.
Pada akhir sesi, Kabag TU kembali menegaskan bahwa keberhasilan revitalisasi madrasah adalah tanggung jawab bersama.
“Kami berharap kepala madrasah menjadi motor perubahan dan memastikan data sarpras selalu mutakhir. Itulah kunci agar program yang masuk benar-benar sesuai kebutuhan,” tutup Wahid Arbani.
Dengan terselenggaranya rakor ini, MTsN se-Jawa Tengah termasuk MTsN 1 Banjarnegara semakin siap menyongsong implementasi Program PHTC yang menjadi bagian penting dalam upaya peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan Islam. (Lin/La)


