Banjarnegara (Humas) – Kesadaran bahwa setiap manusia pada akhirnya akan meninggal dunia menjadi pengingat kuat bagi masyarakat untuk selalu memperlakukan jenazah dengan penuh hormat dan kasih sayang. Nilai luhur inilah yang mengemuka dalam kegiatan Edukasi Pemulasaran Jenazah yang diselenggarakan di Balai Desa Pucang, Kecamatan Bawang, Kamis (13/11/2025).
Kegiatan ini dipandu langsung oleh dua penyuluh agama Islam dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bawang, yaitu Hj. Istiva Zakiya dan Diah Maziatu Chalida yang selama ini aktif memberikan penyuluhan terkait layanan keagamaan dan peningkatan literasi fiqih masyarakat.
Dalam penyampaiannya, Hj. Istiva Zakiya menegaskan bahwa memuliakan jenazah bukan hanya kewajiban syar’i, melainkan juga bentuk pengharapan agar kelak saat kita meninggal, kita pun diperlakukan dengan baik.
“Mengurus jenazah adalah amalan mulia. Ini bukan hanya tugas keluarga, tetapi kewajiban kolektif umat Islam. Semakin baik kita memperlakukan orang yang meninggal, semakin besar pula harapan kita diperlakukan dengan hormat saat tiba giliran kita,” ujarnya.
Materi yang diberikan meliputi tata cara memandikan, mengafani, menyalatkan, hingga menguburkan jenazah sesuai tuntunan syariat. Peserta yang hadir mulai dari tokoh masyarakat dan kader PKK mengikuti tahap demi tahap dengan antusias. Praktik langsung juga dilakukan menggunakan alat peraga agar pemahaman masyarakat semakin matang.
Diah Maziatu Chalida, menambahkan bahwa edukasi pemulasaran perlu terus diberikan agar masyarakat tidak canggung saat harus terlibat langsung di tengah musibah.
“Banyak orang baik, tetapi belum tentu siap ketika keluarga atau tetangganya wafat. Pelatihan seperti ini membuat kita lebih siap, lebih tenang, dan tetap menjaga martabat jenazah,” tuturnya.
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari pemerintah desa karena dinilai sangat bermanfaat dan sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan adanya pelatihan seperti ini, diharapkan warga Desa Pucang semakin memahami pentingnya gotong royong dan pelayanan kemanusiaan dalam menghadapi peristiwa kematian.
Pelatihan ditutup dengan doa bersama agar seluruh peserta senantiasa diberikan umur berkah, serta kemampuan untuk menjaga amanah syariat dalam memuliakan jenazah.







