Banjarnegara – Ratusan murid Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Banjarnegara dengan penuh semangat mengikuti kegiatan pelatihan pembuatan video Artificial Intelligence (AI) yang diselenggarakan oleh Kepolisian Resor (Polres) Banjarnegara di Ruang Multimedia (MM) madrasah setempat, Selasa (11/8). Agenda edukasi teknologi masa kini tersebut secara khusus diikuti oleh perwakilan terpilih dari empat rombongan belajar, yakni kelas X 1, X 3, X 7, serta XI 8.
Program kolaborasi lintas instansi tersebut dilaksanakan guna membekali para murid MAN 2 Banjarnegara dengan keterampilan pemanfaatan kecerdasan buatan secara positif dan terarah. Melalui kegiatan strategis ini, jajaran penegak hukum tidak hanya sekadar memberikan teori, tetapi juga berupaya memicu daya cipta sekaligus menanamkan pemahaman mendalam mengenai etika pembuatan ragam konten multimedia di tengah pesatnya disrupsi digital saat ini.
Pelaksanaan pelatihan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini diwarnai dengan suasana diskusi interaktif dan memantik rasa ingin tahu yang tinggi dari seluruh peserta. Selama sesi simulasi berlangsung, para murid dibimbing langsung untuk mempraktikkan teknik dasar pengolahan aset visual, tata cara penyusunan perintah teks yang akurat, hingga tahapan penyuntingan video mutakhir yang sangat menghemat waktu.
Perwakilan tim penyuluh dari unit siber Polres Banjarnegara memaparkan urgensi penguasaan literasi digital bagi kalangan remaja madrasah agar terhindar dari penyalahgunaan internet. “Kami sangat menaruh harapan besar agar murid Mandabara tidak sekadar menjadi konsumen konten yang pasif, melainkan berani tampil ke depan sebagai kreator karya yang edukatif, inovatif, serta menjunjung tinggi nilai tanggung jawab sosial,” terangnya.
Segenap civitas akademika MAN 2 Banjarnegara menyambut hangat dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas inisiatif aparat penegak hukum dalam menghadirkan program kekinian ini. Langkah edukasi berkelanjutan tersebut dinilai sebagai terobosan nyata yang amat krusial untuk memperluas cakrawala berpikir kritis serta mempertajam kompetensi praktis para murid di luar rutinitas jadwal mata pelajaran reguler di kelas.
Kepala MAN 2 Banjarnegara menyatakan bahwa keikutsertaan anak didiknya dalam agenda kolaboratif ini merupakan sebuah momentum emas guna menggali bakat terpendam di bidang teknologi. “Pembekalan keterampilan baru ini pastinya akan memberikan pengalaman langsung yang tak ternilai, sekaligus menjadi fondasi kuat bagi masa depan murid dalam menaklukkan berbagai tantangan di era dominasi kecerdasan buatan,” jelasnya. (ron)







