Optimalkan Pengomposan Sampah Organik Rumah Tangga Melalui Keranjang Takakura

Banjarnegara Implementasi kebijakan pengelolaan sampah yang konvensional menyebabkan peningkatan jumlah sarana dan prasarana, terutama tempat pembuangan akhir yang semakin sulit didapatkan karena keterbatasan lahan. Permasalahan lahan menjadi suatu masalah yang sangat kompleks karena disamping semakin sulit mencari lahan, juga mengandung konflik sosial karena resistensi masyarakat terhadap keberadaan TPA, khususnya yang terletak di sekitar pemukiman penduduk.

Biaya pengelolaan sampah yang dibutuhkan juga akan semakin bertambah seiring bertambahnya jumlah timbulan sampah. Dengan demikian perlu dilakukan pengelolaan sampah dengan prinsip membuang sekaligus memanfaatkannya, artinya mengelola sampah sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi dari pengelolaan tersebut

Senin, (8/11/21) Melalui ide kreatif siswa MTs N 1 Banjarnegara, Bias Anggun Pinandra dibawah bimbingan Ibu Musve menginovasikan tempat pembuangan sampah baru yang lebih efektif. Dalam penelitiannya, Bias Anggun dan Ibu Musve menggunakan sampah rumah tangga berupa campuran sampah organik dari dapur dan kebun.

Saat dijumpai di MTs N 1 Banjarnegara, Bias Anggun Pinandra yang masih kelas 8 ini meyebut bahwa terlebih dahulu harus menyiapkan Keranjang Takakura sebagai wadah pengolahan sampah.

“Jadi awalnya kita harus buat dulu yang namanya Keranjang Takakura. Cara pembuatanya juga gampang-gamapang susah, beberapa alat yang harus disiapkan yaitu keranjang, kardus bekas, kain bekas, kawat atau tali rafia. Selanjutnya bahan buat komposnya yaitu sekam original, sekam bakar, tanah. Langsung cara pembuatanya, jadi kardusnya buat ngelapisin keranjang, gunanya buat mencegah sitanah agar tidak beleber keluar, terus biar nggak lepas kardusnya beberapa dilubangin buat mengikat ke keranjangnya pakai kawat atau tali rafia,” ujar Anggun

Selanjutnya, bahan penelitian yang digunakan Bias Anggun adalah sampah organik rumah tangga.

“Contoh sampah dapur seperti sisa sayuran, buah-buahan, nasi, roti dan lain-lain. Tetapi ada beberapa sampah yang tidak diperkenankan seperti daging, tulang, telur, susu, dan sampah hewani lainya. dan yang paling penting sebelum memasukan sampah organik tersebut, kita harus buang airnya terlebih dahulu, jika ada airnya. Kita juga bisa membuat starter sendiri dengan cara memakai sisa nasi yang sudah basi. Starter dapat digunakan untuk membuat kompos dengan dicampur air, perbandingan starter dengan air sebesar 1:5,” jelas Anggun

Dengan pembuatan Keranjang Takaura ini sebagai pengolahan kompos, harapan Bias nantinya adalah dapat mengajarkan penerapan Takakura Home Method di lingkungan masyarakat. (ran/ak)