Banjarnegara – MI Al Fatah Parakancanggah (MIFABARA) kembali menggelar kegiatan Paguyuban Kelas, sebuah forum silaturahmi dan komunikasi antara guru serta orang tua siswa. Kegiatan ini menjadi ruang penting untuk menyamakan langkah dalam mendidik dan membentuk karakter peserta didik agar nilai-nilai yang ditanamkan di madrasah sejalan dengan pola asuh di rumah. (1/10)
Dalam pertemuan ini, beberapa agenda utama yang dibahas antara lain mengenai parenting, laporan perkembangan siswa secara berkala, informasi kegiatan madrasah, hingga diskusi terbuka terkait penyamaan konsep pola asuh anak. Dengan demikian, orang tua memiliki gambaran yang jelas tentang perkembangan anaknya dan dapat berkolaborasi dengan guru dalam membangun lingkungan pendidikan yang harmonis.
Wakiil Kepala MI Al Fatah,Nurlaely Khikmawati, menyampaikan bahwa paguyuban kelas adalah wujud nyata kolaborasi pendidikan.
“Kami ingin membangun sinergi yang kuat antara guru dan orang tua. Pendidikan karakter tidak bisa hanya dilakukan di madrasah, tapi juga harus konsisten di rumah. Dengan adanya paguyuban kelas, kita berharap ada keselarasan pola asuh sehingga anak-anak tumbuh dengan akhlak mulia, disiplin, dan penuh tanggung jawab,” tuturnya.
Selain paparan dari guru, kegiatan juga diisi dengan sesi berbagi pengalaman antar orang tua terkait pola asuh di rumah. Hal ini menambah wawasan dan memperkuat rasa kebersamaan antar wali murid.
Salah satu wali murid, Uut, menyampaikan kesan positifnya.
“Saya merasa senang bisa mengikuti kegiatan ini. Banyak ilmu parenting yang bermanfaat, dan kami jadi lebih tahu perkembangan anak di madrasah. Harapan kami, anak-anak semakin semangat belajar dan punya karakter yang baik,” ujarnya.
Nihri, salah satu guru kelas 1 menyampaikan bahwa “ kegiatan ini dilakukan di awal tahun ajaran dan lanjut pertemuan rutin minimal 3 bulan sekali dan bahkan ad akelas yang Paguyuban dilaksanakan setiap bulan.” terangnya
Dengan adanya kegiatan Paguyuban Kelas, MIFABARA berharap tercipta hubungan yang erat antara guru dan orang tua, sehingga madrasah bukan hanya menjadi pusat pembelajaran akademik, tetapi juga pusat pembentukan karakter Islami yang konsisten dan berkesinambungan.
Kegiatan ini sekaligus menguatkan semboyan, “Sekolah dan Orang Tua Bersinergi, Anak Bahagia dan Berkarakter”. Sebuah kolaborasi nyata yang diyakini akan melahirkan generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap menghadapi masa depan dengan penuh percaya diri.(nas)







